Aku Memilih Tuk Mencintaimu

Aku memilih tuk mencintaimu

By. TPj


Cinta Adalah hasil bertemunya Standar dengan Stimulus

Halo sobat mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)
Di kesempatan ini cakmin pengen bahas tentang “Cinta” nih, udah keliatan kan dari judulnya? Tapi dengan versi cakmin tentunya.


Pernah ga denger orang bilang “aku mencintaimu tanpa alasan beb”, “aku cinta kamu bagaimanapun kamu” atau kamu sendiri yang bilang gitu ke orang yang kamu anggap cinta? Nih, cakmin kasih respon ya “BULLSH*T” atau “Omong kosong”. Kenapa? Karena ga mungkin orang bisa suka tanpa ada alasan tertentu, pasti ketika alasan untuk suka/cinta itu hilang maka hilang juga rasa cinta tersebut.
 

Contoh paling mudah adalah cinta pada pandangan pertama atau kerennya Love at the First Sight, kira-kira ketika melihat seseorang saat pandangan pertama, apanya yang bisa dicintai? Pasti casing atau penampakan luarnya kan? Sekarang coba ya bayangin, mungkin ga pas kamu liat orang gila yang ga keurus lalu bilang aku cinta pada pandangan pertama padamu om/te. Intinya cakmin kali ini pengen buktiin kalau cinta itu tidak muncul dengan tiba-tiba.

Teori tentang cinta

Ketika cakmin melakukan riset, ternyata sudah ada 4 teori terkenal tentang cinta mulai punya Pakde Zick Rubin tentang variabel cinta lalu dikembangkan oleh Pakde Robert Sternberg yang mengkombinasikan variabel cinta yang ditemukan sebelumnya menjadi jenis-jenis cinta yang terjadi.
 

Tak lupa ada Pakde Jhon Lee yang berbicara seperti Pakde Robert tapi bedanya variabelnya berupa warna dan jadi jenis-jenis cinta versi dia. Terakhir juga ada Elaine Hatfield tentang jenis cinta versi dia.
 

Cukup, sepanjang cakmin baca teori-teori di atas intinya cakmin ga sepakat dengan apa yang mereka sampaikan. Oleh karenanya cakmin mencoba memformulasikan sendiri bagaimana sih cinta bisa tumbuh, karena menurut cakmin cinta itu muncul bukan ada dengan sendirinya, tapi kita bisa memilih kita mencintai apa dan siapa.


Konsep Cinta Karena Standar

Proses Munculnya Rasa

Dengan menggunakan pengetahuan cakmin tentang bagaimana manusia berperilaku dari Pakde Sigmund Freud. Manusia secara sadar atau tidak pasti memiliki stadar suka dan duka masing-masing. Apakah itu bentukan dari proses berfikir mendalam atau sekedar dorongan bawah sadar yang secara sengaja atau tidak sengaja terbentuk.


Sehingga ketika melihat stimulus yang sesuai dengan standar suka yang sudah ada sebelumnya (sadar atau tidak terbentuknya). Maka orang tersebut akan memberi respon bahwa dirinya akan suka terhadap pemberi stimulus tersebut. Semakin besar stimulus semakin mendekati atau melebihi standar maka dirinya akan menjadi semakin cinta.


Zaskia Sungkar dan 9 tahun menunggu

Zaskia Sungkar seorang artis kenamaan akhirnya hamil setelah menunggu 9 tahun lamanya, karena pemahaman tentang sulitnya mendapatkan momongan akhirnya memutuskan menggunakan kursi roda untuk beraktifitas hanya karena pesan dari dokter agar beliau tidak boleh terlalu capek. Pada umumnya seorang ibu cukup dengan tidak kegiatan fisik yang besar saja, namun mbak Zaskia ini memilih berjalan menggunakan kursi roda.
 

Mengapa demikian? Hanya sekedar berharap kandungannya benar-benar terjaga hingga lahiran kelak. Ini sekaligus menunjukkan bahwa sangat cintanya Zaskia terhadap calon buah hatinya, walau belum bisa di indera, tapi begitu besar pengorbanan seorang calon ibu untuk sang anak yang masih dalam kandungan.
 

Ilustrasi by Pixabay.com

Jika kita melakukan analisa Cakmin memandang bahwa mbak Zaskia ini sudah memiliki standar untuk memiliki keturunan, semakin lama menunggu, semakin besar pula standar atau harapan atau big why yang dimiliki. Sampai akhirnya positif hamil, maka dirinya tidak hanya sekedar suka namun langsung cinta terhadap buah hati yang walau belum ditiupkan ruh di dalamnya.
 

Ibu Tega Aniaya Anak Hingga Tewas

Sumber : Aceh Tribune News

 

Di satu sisi, ada yang memberi anak dengan gelimangan cinta di sisi lain. Ada orang tua yang tega aniaya hingga menghilangkan nyawa anaknya hanya dikarenakan ketahuan pipis di kasur. Nauduzubiliahimindzalik.
 

Walau bisa jadi jika dilihat lebih mendalam besar kemungkinan peristiwa tersebut tidak murni kesalahan sang ibu yang sedang berbadan dua tersebut, tapi orang di sekitar terutama suami menurut saya yang sangat bertanggung jawab atas kesehatan mental sang istri dan keluarga.
 

Dari kasus di atas, bisa jadi sang ibu menganggap anak hanyalah beban sehingga tak pantas untuk dicintai, padahal sang anak tidak tahu menahu bahkan tidak meminta untuk dilahirkan kedunia. Yang menentukan hamil atau tidak dari orang tuanya sendiri. Harusnya jika orang tua paham dan memegang teguh prinsip ini, baik sang ayah maupun ibu hendaknya memberi limpahan kasih sayang hingga mereka dewasa kelak.

Kesimpulan

Sehingga sangat tidak mungkin seorang bilang suka, sayang bahkan cinta kepada seseorang lainnya tanpa adanya kesesuaian standar yang baik itu sudah dirumuskan sebelumnya maupun terjadi secara alamiah. Entah objek rasa sukanya itu cantik/tampan, kaya, pintar, baik, lucu dan lain-lain. Pastilah seseorang memiliki standar tertentu akan rasa.
 

Sedikit tips dari cakmin nih, bagi kamu sobat mikir yang sampai saat ini belum menemukan orang yang “tepat”. Maka kamu bisa memilih : 

1) cari tahu standar dia seperti apa dan kamu memenuhi standarnya.

Tapi jangan sampai kamu berubah jadi lebih buruk demi si dia ya. Kalau berubah dikit-dikit aja sih oke lah

atau 2) ubah standar dia agar sesuai dengan kamu. 

 Semoga sukes ya Sob. ;)

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

8 Comments

  1. cinta itu buta ... bisa buta positif ... bisa negatif ... semoga dengan dimulai dari mencintai diri sendiri berlanjut mencintaimu maka akan tereujud cinta positif disekitar kita ... Aamiin ... beberapa petunjuk mengatakan cintai Alloh SWT dengan sepenuh hati ... maka kau akan di cintai makhluk Alloh lainnya dengan sepenuh hati juga ...

    ReplyDelete
  2. Kasus kedua sepertinya ibunya mengalami baby blues. Dukungan suami terhadap istri yang baru saja melahirkan sangat diperlukan. Sedih rasanya kalau mendengar hal seperti itu kemudian si ibu yang disalahkan

    ReplyDelete
  3. Yup, bener banget, saya setuju. Jatuh cinta pasti ada alasannya. Cuma emang kadang, seseorang ga menyadari alasan itu, karena yang dominan kerasa ya perasaannya. Makanya kadang susah mengungkapkan alasan dibalik cintanya itu.

    ReplyDelete
  4. - Semakin suka dengan gaya penyampaiannya.
    - Pembangunanan kredibilitas juga terlihat.

    Tentang gagasan yang ada di artikel ini mengenai kita bisa memilih mencintai apa dan siapa, dilihat dari kebutuhan, keinginan, standar baik yang sengaja kita buat maupun secara naluriah. Jujur, sependapat.

    Walau mungkin pendekatan yang digunakan bukanlah teori yang sedalam ini, hanha baru membaca love life journey, kelas cinta, penjelasan psikologis tentang cinta walau masih dasar dan random nyatanya sangat berhubungan dengan ini.

    Satu lagi yang menarik, di setiap tulisan Kak Teguh ini, walau berisi pemikiran mendalam, namun mampu mengemasnya dengan begitu ringan.

    Dibanding berlama-lama menjelaskan teori cinta, justru memilih memberikan contoh dalam kehidupan nyata, sehingga mengajak pembaca untuk memikirkan dan membandingkan dua contoh tersebut yang tentunya sebagai ajang internalisasi nilai-nilai di dalamnya.

    Sukses terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga terus bisa konsisten menjadi blog yang mengajak berpikir namun ringan untuk dicerna.

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Cinta tanpa alasan. Kayaknya aku orangnya mudah terombang ambing. Ketika baca cinta tanpa alasan adalah keren. Kalau alasannya hilang, ya cintanya juga hilang. Sekarang cinta tanpa alasan adalah omong kosong. Saya juga jadi membenarkan.

    Cinta tanpa alasan, tidak mungkin seseorang saling mencintai tanpa alasan. Sekalipu alasannya karena Tuhan. Itu juga tetap alasan.

    Untuk menyukai seseorang pasti ada hal-hal yang membuat tertarik. Dan itu alasan.

    Dengan ini mencintai bukan hanys khayalan tapi realita.

    ReplyDelete