Cara Melihat dengan Seimbang

Melihat dengan Seimbang

By. TPj



Menganalogi sebuah perjalanan

Assalamualaikum sobat mikir sekalian, bagaimana kabarnya? Cakmin doakan dalam keadaan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Teringat beberapa hari lalu cakmin membaca artikel seorang kawan tentang pentingnya melihat ke bawah, tersirat bahwa kita tidak boleh hanya fokus melihat dan mengejar gaya hidup tanpa melihat kondisi, apalagi sampai memaksakan. Yah, sebenarnya pesannya sampai sih, tapi bagi cakmin ada yang kurang.


Di sini cakmin merasa ini kurang benar. Mengingat adanya nilai yang seharusnya yang cakmin gunakan hingga sekarang, yang didapat dari guru ngaji.  Bahwa Allah memerintahkan kita untuk menjadi Khalifah fil Ard, dengan cara membangun masyarakat yang baik, dengan nilai-nilai keseimbangan, orientasinya adalah menjadi rahmat seluruh alam.


Sehingga, mengapa artikel kawan cakmin terasa mengganjal? Ya, idealnya kita boleh saja melihat ke atas, ke bawah, samping, depan, belakang, jauh maupun dekat. Dengan catatan, semua harus “SEIMBANG”.


Walaupun memang bukan seorang filusuf, namun cakmin berusaha mencoba menemukan terapan nilai keseimbangan, kapan kita gunakan, seberapa lama dan bagaimana seimbangnya.

A.    Depan

•    Dengan dianugerahi peletakan mata/indera pengelihatan kita pada bagian depan tubuh, otomatis hal ini akan menjadikan mayoritas arah kita dalam melihat adalah kedepan.
•    Makna : merupakan lokasi untuk melangkah, menjadi lebih baik, mencapai tujuan.
•    Waktu : hampir secara keseluruhan waktu kita gunakan untuk mengarah pada tujuan yang diamanahkan pada kita, yaitu menjadi Khalifah Fil Ard, apapun kondisinya tujuan tersebut yang senantiasa kita tuju dan perjuangkan.


a.    Depan – Jauh

•    Merupakan arah tujuan akhir, jika menggunakan analogi sebuah perjalanan, seringkali tidak nampak ujungnya, tetapi dengan menggunakan peta dan kompas, kita tahu bahwa kita sudah berada pada arah yang benar.
•    Makna : merupakan arah akhir untuk melangkah bahkan berlari, lebih sering disebut visi dalam dunia manajemen.
•    Waktu : Idealnya sesekali, karena seringnya tidak terlihat secara langsung, fungsinya untuk mengetahui apakah kita berjalan masih mengarah pada tujuan akhir tersebut atau ketika menjauhi, kita segera
•    Terapan : Beruntung bagi kita umat muslim diberi banyak media untuk mengingat bahwa kita diciptakan oleh Allah dengan misi seumur hidup, minimal 5 waktu dalam sehari kita dikondisikan untuk mengingat untuk apa kita hidup sekaligus tujuan akhir.


b.    Depan – Menengah

•    Jarak menengah merupakan jarak yang umumnya masih bisa terlihat, masih jelas jaraknya dan bisa memprediksi kapan kita akan sampai
•    Makna : Digunakan sebagai tujuan antara, atau lebih umum disebut misi bahkan target program dalam dunia manajemen. Ketika kita sampai pada tujuan antara pertama, akan berjalan ke tujuan antara berikutnya dst.
•    Waktu : hampir dilihat setiap waktu, mengingat hal tersebut merupakan apa yang sedang dihadapi sekarang.
•    Terapan :  dalam mencapai tujuan yang diembankan, kita mencapainya lewat karya dalam proses membangun masyarakat, dengan karya di karir kita, belajar kita, maupun kegiatan sosial kita. Idealnya selalu berusaha untuk menjadi semakin lebih baik tiap waktu.


c.    Depan – Dekat

•    Melihat dengan jarak dekat bahkan bisa disebut melihat bawah adalah ketika seseorang menghadapi jalan yang sangat terjal, akan celaka jika tidak hati-hati dalam melangkah.
•    Makna : melihat pijakan ketika kondisi gawat harus dilakukan, mengingat akan mudah kita terjatuh dan celaka dalam kondisi ini. Oleh karena itu harus ekstra hati-hati dalam dalam melangkah ketika kondisi krisis.
•    Waktu : selama kita krisis, maka kita melihat dekat, tapi ketika keluar dari krisis, idealnya kita dapat melihat ke jarak normal lagi


B.    Belakang

•    Merupakan arah untuk melihat jalan yang telah dilalui.
•    Makna : sering digunakan untuk melakukan evaluasi/muhasabah diri, apakah ada pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan sebelumnya, agar lebih bisa dapat maksimal ketika berjalan melanjutkan ke tujuan.
•    Waktu : Idealnya tidak terlalu sering, boleh ketika kita sedang istirahat/berhenti sejenak. Namun juga tidak terlalu lama karena tidak boleh terlalu terlena untuk
•    Terapan : ketika melihat masa lalu, hendaknya jangan berlarut-larut apabila kenangan adalah kebaikan, usahakan dipertahankan bahkan dimaksimalkan kembali. Pun jika kegagalan, idealnya sebagai bahan untuk belajar lebih baik lagi.


C.    Atas

•    Merupakan arah dimana kondisi yang lebih baik dari kita, umumnya yang kita inginkan bisa kita raih.
•    Makna : Lebih baik itu dapat dilihat dari berbagai perspektif, apakah gaya hidup, kecerdasan, kedermawanan, hingga kualitas dan kuantitas karya dalam pembangunan masyarakat.
•    Waktu : Idealnya tidak terlalu sering, jika terlalu sering melihat ke atas kita dapat tersandung dan jatuh jika bertemu dengan halangan di depan kita dan kita tidak dapat menghindar karena tidak melihatnya sebelumnya.
•    Terapan : Kita harus melihat ke atas, untuk menumbuhkan sifat iri dalam kebaikan. Semakin baik seseorang, makin iri kita untuk menjadi lebih baik seperti siapa yang kita lihat.


D.    Bawah

•    Merupakan arah kondisi yang kurang dari yang kita capai sekarang.
•    Makna : kurang dari kondisi kita itu dapat dilihat dari berbagai perspektif, apakah gaya hidup, kecerdasan, kedermawanan, hingga kualitas dan kuantitas karya dalam pembangunan masyarakat.
•    Waktu : Idealnya pada tempo tertentu,.
•    Terapan : Kita harus melihat kebawah, untuk meningkatkan kepekaan sosial, bahwa memang masyarakat butuh agen pembangunan agar orang yang berada di bawah kita segera dalam kondisi yang lebih baik.


E.    Samping

•    Merupakan arah untuk melihat jika hendak melakukan penyebrangan atau potensi celaka dari samping.
•    Makna : hampir sama dengan depan jarak dekat, kita butuh mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum membuat keputusan yang berbahaya. Agar tidak terjatuh dan semakin jauh dari tujuan.
•    Waktu : hal ini hanya ketika dalam kondisi tertentu saja, selepas itu bisa kita melihat depan lagi.
•    Terapan : ketika membuat sebuah rencana atau keputusan penting, hendaknya kita memperhitungkan semua variabel, agar apa yang kita putuskan bernilai kebaikan.


Itulah beberapa cara memandang arah yang cakmin rasa perlu untuk di seimbangkan, karena jika kita melakukan segala sesuatu dengan prinsip keseimbangan, maka akan mendatangkan kemaslahatan. Semoga cakmin beserta sobat mikir sekalian dapat

Jika berkenan, sudilah sobat mikir untuk meninggalkan kritik dan saran bagi artikel ini, insyaAllah cakmin bukan orang baperan. Atau bahkan sobat mikir ingin berdiskusi atau ada request tema, cakmin akan sangat senang menanggapi.

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments