Cari Masalah Yuk!

Cari Masalah Yuk!

By. TPj

 

Tips Meningkatkan Kemampuan dalam Menemukan Tema Tulisan.

Assalamualaikum sobat mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Halo-halo, barusan cakmin dapat materi tentang bagaimana sih cara membuat judul. Nah langsung cakmin coba deh, gimana? Kena click bait-ga tadi? Tapi tenang, ini masih relevan kok sama judul. Jadi ga sekedar bombastis saja.

Berangkat dari cakmin melihat ada beberapa rekan penulis pembelajar di Grup ODOP yang mengeluhkan tentang blank atau bingung mau menulis apa. Jika ditarik kebelakang, “mengapa kok tidak punya gambaran mau menulis apa?” Jawabannya : “Karena tidak punya bank tema”. Dikejar lagi, mengapa tidak punya bank tema? Dijawab : “Bingung menentukan tema/masalah yang mau ditulis” Nah, kan? Berarti subtansi bingung tema adalah kepekaan menemukan masalah.

Dari proses di atas, definisi Tema Tulisan cakmin adalah masalah. Jika kita dapat menangkap masalah, maka disitu kita sudah 50% dapat dikonfersi menjadi tema tulisan. Sehingga proses berikutnya akan jauh lebih mudah, karena sudah mengetahui bagaimana kondisi yang seharusnya sehingga tinggal mencari subtansi masalah dan penyelesaiannya. Untuk itu cakmin beri urutan agar lebih sistematis :

 

Tips No. 1 : Pahami Definisi Masalah

Hal ini selaras pertanyaan seorang teman tentang artikel cakmin sebelumnya dengan judul Tersesat Saat Menulis. Di situ, cakmin mencantumkan tentang : menentukan tema. Bahwa dalam menentukan tema harus menggunakan landasan :

  1. Apa itu masalah?
  2. Penting ga?
  3. Punya gambaran umum buat jawab masalah tersebut lewat tulisan nanti.

Nah, yang jadi masalah –menurut dia– adalah definisi dari masalah. Bagaimana kita bisa tahu yang kita temukan ini masalah atau bukan? Jangan-jangan ini bukan masalah? Dan pertanyaan sejenisnya. “Iya juga ya, ternyata ga semua paham apa itu masalah”.

Walau, memang sih. Tema ini sudah sempat dibahas di materi “Mengasah Insting Penulis” namun, lagi-lagi cakmin belum sreg, klop, klik dengan definisi dari masalah yang disampaikan pemateri. Pada materi tersebut menurut beliau : “ … Ternyata insting salah satu bangunan yang harus dipenuhi oleh seorang penulis untuk menangkap fenomena/permasalahan di luar … Insting bekerja secara pondasional seorang penulis dalam menentukan sudut pandang (jika kasusnya adalah cerpen). Intuisi mengolah lebih lanjut permasalahan yang didapat beserta sudut pandang mentah untuk ditinjau kembali ke dunia luar kepala … ” (WAG Materi ODOP Batch 8)

Jujur, secara pribadi cakmin benar-benar bingung untuk memahaminya, terutama jika dikembalikan lagi definisi di atas dengan pertanyaan: “Bilamana sesuatu disebut dengan masalah?” Oke, penelusuran referensi kita lanjutkan dulu bagaimana definisi masalah menurut ahli :

Pengertian Masalah Menurut Para Ahli:

Berikut ini merupakan beberapa definisi masalah menurut para ahli yang cukup populer :

Irmansyah Effendi

Menurut Irmasyah Effendi, masalah adalah pelajaran ketika Anda sadar sebagai kesadaran jiwa, Anda dapat melihat dengan mudah berbagai kelemahan dan masalah dalam hidup Anda.

Hudojo

Menurut Hudojo, masalah merupakan pertanyaan kepada seseorang yang mana orang itu tidak memiliki hukum yang dapat digunakan dengan segera untuk menemukan jawatan dari pertanyaan tersebut. 

Abdul Cholil

Menurut Abdul Cholil, masalah adalah bagian kecil dari kehidupan. Setiap manusia pasti pernah memiliki dan menghadapi masalah baik yang berasal dari diri sendiri maupun yang bersumber dari orang lain.

Jeffey Liker

Menurut Jeffey Liker, masalah merupakan sebuah peluang untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Lawan dari masalah adalah peluang. 

Richard Carlson

Menurut Richard Carson, pengertian masalah adalah tempat terbaik untuk melatih diri sehingga hati menjadi lebih terbuka. Masalah merupakan bagian penting yang harus ada dalam kehidupan kita.

Istijanto

Menurut Istijanto, masalah adalah bagian terpenting dalam suatu proses riset, karena masalah dapat menghadirkan petunjuk berupa jenis informasi yang nantinya akan sangat kita butuhkan.

(Sumber : pengertiandefinisi.com)

Gimana? Tambah bingung? Itu yang cakmin rasakan pas baca referensi tersebut. Mau cari definisi, malah dapat nilai penting masalah, fungsi masalah, sisi positif masalah, masalah adalah keniscayaan dan lain sebagainya yang malah belum ada yang menjawab apa itu masalah.

Langsung aja ya, karena udah terlalu panjang. Dari yang cakmin pelajari waktu dulu masih “ngaji” pas masih sekolah.

Masalah adalah ketimpangan antara Nilai dan Realita - (Lupa siapa dulu mentornya)

Pengertian dari nilai : standar dari sebuah yang ideal. Hal ini bisa berupa bermacam hal, mulai dari yang sederhana misal, idealnya bolpoin = dapat digunakan untuk menulis, sehingga ketika kita bertemu dengan realitas bolpoin yang tidak bisa digunakan untuk menulis. Maka inilah yang disebut dengan masalah.

Contoh lainnya adalah ketika cakmin punya background pernah sekolah STM Jurusan Otomotif. Ketika ada suara motor brebet, langsung tahu masalah dan kemungkinan penyebabnya. Kalau tidak sistem pengapian (kelistrikan, ruang bakar & busi), atau sistem bahan bakarnya. Disini karena adanya ilmu pengetahuan terkait, maka tidak hanya memiliki standar ideal, bahkan bisa dengan mudah mengetahui kemungkinan subtansi masalahan yang sedang dihadapi.

Sehingga jika ingin mencari atau menemukan masalah, harus punya nilai/standar dari realitas yang ideal dulu untuk dijadikan pegangan dalam melihat realitas di sekitar kita.

 

Tips No. 2 : Perbanyak & Perdalam Ilmu Pengetahuan

Sebenarnya sudah di singgung di tips no. 1. Karena Ilmu Pengetahuan adalah alat ukur untuk menentukan sesuatu disebut masalah atau bukan, maka pemahaman kita terhadap suatu ilmu itu yang menjadi penentu apakah kita mampu mengidentifikasi realitas sebagai sebuah masalah atau bukan.

Ada banyak sekali bidang Ilmu yang ada, sobat mikir bisa memilih sesuai dengan minat dan bakat yang sudah dihitung sebelumnya. Untuk pilihan bidangnya sangat beragam mulai Politik, Sosial, Ekonomi, Budaya, Agama dan lain sebagainya. Pada masing-masing bidang juga masih ada sub bidang dan sub-sub bidang beserta beragam teori yang ada di dalamnya.

Tahu satu bidang tapi sangat dalam akan lebih baik daripada banyak tahu tapi tidak dalam.

Namun satu pesan cakmin, jika kita mendalami ilmu, pastikan ilmu kita dapat membawa perubahan di sekitar untuk menjadi lebih baik.

 

Tips No. 3 : Bangun Kepekaan untuk Membaca Realitas (Iqra’)

Setelah punya alatnya, sekarang waktunya kita mau untuk membaca keadaan di sekitar kita, dari diri sendiri, kondisi sekitar keluarga, kampung, bahkan kota. Dengan kacamata ilmu pengetahuan yang sudah kita miliki sebelumnya.

Tapi kan baru dapat ilmu matematika dasar cakmin? Boleh, bisa kok, misal dari kemampuan matematika dasar tersebut sobat mikir menemukan realitas bahwa pejabat X kekayaannya sekian miliar, padahal gaji PNS sekian juta, dan beliau baru bekerja sekian tahun. Dengan ilmu matematika dasar, sobat mikir pasti menemukan ada ketimpangan di sini. Dari sini bisa dikejar terus hingga mendapat jawaban yang lebih kredibel dan dapat dituliskan nantinya.

Mengapa harus dibiasakan? Kemampuan ini tidak datang serta-merta dengan sendirinya sobat. Karena kepekaan ini merupakan hal yang harus senantiasa diasah dimanapun kita berada, itulah mengapa cakmin sampai senang saat menemukan Pintu Air. Karena bagi cakmin hal tersebut merupakan latihan dengan hasil sesuai dengan target.

Langkah-langkahnya bisa rijit seperti metode penelitian, tapi juga bisa ambil prinsipnya saja yaitu merumuskan masalah, menentukan tujuan, referensi, mencari data dan analisa, kesimpulan.

Penutup

Semoga tips yang cakmin bagikan diatas dapat bermanfaat bagi sobat mikir sekalian. Semoga kita senantiasa menjadi pembelajar, kapanpun dan dimanapun selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang ada di sekitar. Aamiin

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

6 Comments

  1. Dihhh .. .Keren langsung di aplikasikan aku suka Judulnya, sesuai sama isinya 👍

    ReplyDelete
  2. Aku yakin sih cakmin ini udah bisa nulis buat 200 hari kedepan meski habis ini dikurung. Keren banget, aku termasuk yg gampang dapet tema tapi gugur di poin 2 dan 3 kwokwok ilmunua cetek xD selalu suka sama ulasan cakmin ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin bisa jadi solusinya tinggal cari referensi tentang ilmu terkait. Sehingga belajarnya lebih asik karena ada tujuan buat memecahkan masalah yang ada.

      Delete