Kekuatan Sebuah Informasi

Kekuatan Sebuah Informasi (Tugas Mg2 ODOP)

By. TPj




Analisa dampak komunikasi pada Film Tilik & Cream

Assalamu’alaikum sobat mikir, gimana kabarnya? Cakmin doakan semoga sehat selalu sekeluarga (Aamiin)


Tahu ga sob? Kalau ada informasi ditambah dengan cara menyampaikan yang pas, dampaknya bisa sangat luar biasa? Entah itu informasi kebenaran maupun informasi palsu atau yang sering disebut HOAX asal yang menyampaikan bisa pas, besar juga dampaknya bagi yang mendengarkan.
 

Walau sebenarnya ada banyak sekali yang bisa dijadikan studi kasus, kali ini cakmin akan ajak sobat mikir membedah 2 film yang sedang viral, yaitu Tilik dan Cream dimana selain kita bisa melihat bersama berulang kali melihat karena free, dua film ini juga merupakan tugas mingguan ke-2 di ODOP Batch 8. Hehe, gapapa kan ya sob? Review film menurut ilmu perfilman atau sudut pandang penikmat film itu udah biasa. Review cakmin pakai analisa menurut teori komunikasi efektif. Hihihi

Teori Komunikasi Efektif

Kali ini cakmin menggunakan model komunikasi pakde David K. Berlo (1960) diagramnya cakmin buat sendiri ya, tapi menggunakan variabel yang ada pada teorinya pakde David (mohon koreksi jika ada yang keliru). Secara singkat, komunikasi efektif adalah tercapainya tujuan komunikasi penyampai dilihat dari respon dari si penerima. Untuk variabel lain hanya pendukung tercapainya tujuan.

Diagram Komunikasi Efektif

 

Karena cakmin hanya fokus pada analisa dampak, maka tidak semua variabel cakmin akan buka nantinya, tapi hanya yang berhubungan dengan bagaimana respon komunikan/penerima saja sampai seberapa. Karena alat analisa udah siap, langsung aja yuk kita bedah kasus per-kasus. Lets chek it out.

Kasus 1 film Tilik : Informasi Yu Ning tentang Bu Lurah sakit


 

Di awal film, kita disuguhkan langsung ada truk bak terbuka yang membawa sejumlah ibu-ibu. Ketika perjalanan, barulah kita tahu tujuan mereka adalah Tilik (mengunjungi) bu Lurah yang sedang sakit. Semakin lama film berjalan, kita akan mengetahui bahwa yang memberi info kepada ibu-ibu adalah Yu Ning.
Kita bedah per-variabel

Tujuan Komunikasi  : Menggerakkan ibu-ibu untuk tilik
Komunikator : Yu Ning
Komunikan : Ibu-ibu di kampung
Respon : Ibu-ibu berangkat, walau naik Truk bak terbuka
Efektif/Tidak : Sesuai dengan tujuan Yu Ning

Walau dalam film kita tidak diberi tayangan tentang bagaimana cara komunikasi Yu Ning dalam memobilisasi ibu-ibu, nyatanya semua ibu-ibu di dalam truk berangkat mengikuti apa yang menjadi tujuan Yu Ning yaitu menjenguk bu Lurah. Di Kasus ini berarti dampak komunikasi Yu Ning kepada ibu-ibu tersebut adalah berangkatnya ibu-ibu untuk menjenguk bu Lurah.

Kasus 2 film Tilik : Ghibah/rasan-rasan Bu Tejo terhadap Dian

Selama perjalanan, bu Tejo mulai membuka obrolan dengan bu Tri tentang kecurigaan-kecurigaan yang dia miliki terhadap Dian, si kembang desa. Menurutnya sangat aneh harta yang dimiliki sekarang tidak akan dapat sebanyak itu mengingat orang tua dan jenis pekerjaannya sekarang. Obrolan berlanjut dengan sahutan Yu Sam dan Yu Ning. Ada yang menambahi data dan ada pula yang menyanggah dengan mengingatkan kalau data kurang bisa jadi fitnah.

Tujuan Komunikasi : Ibu-ibu mewaspadai suaminya masing-masing, terhadap Dian
Isi Pesan : Kecurigaan terhadap Dian yang “berada”
Komunikator : Bu Tejo
Komunikan : Ibu-ibu yang menjenguk bu Lurah
Respon : a. Yu Sam & Bu Tri : Setuju (menambah data & sepakat)
b. Yu Ning : Menolak (menyampaikan argumen tentang minim info)
c. Ibu-ibu lain : tidak ada respon
Efektif / Tidak : Efektif pada Yu Sam & Bu Tri
Tidak pada Yu Ning
Tidak dapat di ukur pada ibu-ibu lain


Pada kasus dua ini, kita disuguhkan ada berbagai macam respon yang ditunjukkan oleh komunikan, hal ini wajar, mengingat banyaknya variabel yang ada ketika proses komunikasi tersebut, juga hambatan yang ada ketika berkomunikasi di dalam bak terbuka sebuah Truk distorsi angin, pengetahuan dan lain-lain.

Namun masih dapat kita ambil kesimpulan ada beberapa dampak yang timbul dari komunikasi bu Tejo yaitu :
a.    Ibu-ibu yang mendukung untuk waspada Suami & Dian
b.    Yu Ning yang tetap hingga akhir menolak informasi tentang Dian
c.    Nama Dian yang buruk di mata-ibu ibu yang mendukung

Kasus 3 film Cream : Pengenalan produk Cream oleh Dr Jack Bellifer


Pada film ini, kita disuguhkan presentasi oleh Dr. Jack Bellifer tentang produk terbarunya yaitu Cream, yang sangat solutif dalam segala hal, baik dunia kesehatan, ekonomi, life style, penghijauan dan lain-lain. Dengan kata lain, produk yang diciptakan dan bernama Cream ini adalah solusi seluruh masalah yang ada sekarang, tanpa cacat. Walau penonton banyak yang sangsi awalnya, ternyata banyak yang mencoba dan merasakan hasilnya.


Awalnya semua orang senang, namun pada bagian pertengahan film, digambarkan ada beberapa orang yang tidak diperlihatkan wajahnya menunjukkan ketidak sukaannya atas produk Cream ini.

Tujuan Komunikasi : Memperkenalkan dan mengajak menggunakan produk terbarunya
Isi Pesan : Menunjukkan segala manfaat produk
Komunikator : Dr Jack Bellifer
Komunikan : Penonton
Respon : Mayoritas penonton : menggunakan produk
Beberapa orang bukan penonton : tidak suka (bilang NO)
Efektif/Tidak : Efektif pada mayoritas penonton yang menggunakan dan merasakan manfaatnya
Kurang/Tidak efektif pada beberapa orang yang bilang NO

Karena memang penerima pesan ini sangat luas, maka walau bukan penontonpun menurut saya termasuk menjadi komunikan karena sasaran komunikator adalah penggunaan produk yang diciptakannya untuk seluas-luasnya karena menggunakan media elektronik juga (TV).
 

Sehingga dampak komunikasi yang ditunjukkan pada kasus ini adalah :
a.    Banyaknya orang yang menggunakan dan merasakan manfaat yang diberikan oleh produk ini.
b.    Adanya beberapa orang yang tidak suka keberadaan produk ini

Kasus 4 film Cream : Informasi miring produk Cream dari TV

Setelah skenario ada beberapa orang bilang NO, ditunjukkan bahwa media TV ramai-ramai membicarakan sisi negatif dariproduk Cream mulai dari produknya terbuat dari seorang bayi tidak hanya itu, juga ada informasi bahwa Dr Jack Bellifer merupakan seorang pemerkosa.

Pasca berita itu disampaikan, ramai-ramai orang-orang membakar produk Cream, sampai orang yang tetap menggunakan tak luput mendapat teror dan produknya diambil paksa, hasil yang sudah bagus yang diakibatkan oleh produk Cream dihancurkan ulang. Bahkan di bagian akhir, ditunjukkan pula bahwa sang pencipta cream dipenjara dan tidak boleh lagi ada pada dunia sains.

Tujuan Komunikasi : Mengajak untuk tidak menggunakan produk Cream
Isi Pesan : Kejelekan Produk & Pencipta Produk
Komunikator : Presenter TV
Komunikan : Masyarakat luas
Respon : Mendukung pemusnahan Cream
Sebagian kecil tetap menggunakan, tetapi ter-teror oleh yang mendukung.
Efektif/Tidak : Efektif pada sebagian besar masyarakat
Tidak/kurang efektif pada masyarakat minoritas

Walau sebenarnya Presenter TV hanya seorang penyambung lidah, besar kemungkinan komunikator utama adalah yang bilang No pada skenario sebelumnya. Namun karena tidak adanya bukti yang kuat, saya mengunakan Presenter TV yang memang jelas menyampaikan berita tersebut.

Pada kasus ini, kita dapat melihat dampak yang ditimbulkan sangatlah besar, baik masyarakat umum, aparat keamanan hingga berbagai sektor dan tingkatan terkena dampak dari pesan yang disampaikan oleh Presenter TV yang mendukung. Bahkan yang tidak mendukung/netral pun mendapat dampak terkena teror bahkan hukuman pidana bagi penciptanya.

Kesimpulan

Dari 4 kasus di atas, kita dapat mengetahui besarnya dampak dari sebuah informasi dan cara komunikasi tepat adalah :

a.    Berdasar tujuan : tercapai (bahkan melebihi) serta ada juga yang tidak tercapai
b.    Objek Dampak : bisa yang diajak komunikasi langsung maupun tak langsung
c.    Jumlah : bisa satu hingga tak terhingga tergantung media yang digunakan
d.    Respon penerima : kognisi, afeksi, bahkan psikomotor

 

Dari 2 film di atas bisa kita ambil hikmah sobat mikir, bahwa informasi dan komunikasi adalah teknologi yang netral, pada orang baik dapat memberi manfaat tapi di tangan yang tidak tepat dapat mendatangkan mudharat/kerusakan.
 

Idealnya kita sebagai manusia yang tempat salah dan dosa hendaknya berhati-hati karena informasi yang kita miliki jika disampaikan akankah membawa kita ke Surga-Nya ketika membawa manfaat, ataukah menjatuhkan kita ke dalam Neraka yang pedih


Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

19 Comments

  1. Wah, keren banget, Kak. Saya jadi mendapat sudut pandang baru dari kedua film itu. Ternyata bisa dilihat dari segi komunikasi ya.
    Untuk dampak informasi yang ditimbulkan di film Cream memang nggak main-main sih. Sereeem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah jika bisa jadi inspirasi. :)

      Delete
  2. Suka dengan sudut pandang yang diambil. Bagus, Kak.

    ReplyDelete
  3. Review film dengan sudut pandang yang keren. Tq!

    ReplyDelete
  4. Mantap kak! Selamat ya kak telah memenuhi tugas ODOP pekan kedua hehe

    ReplyDelete
  5. good point of view. thank you for sharing

    ReplyDelete
  6. Keren ini kak, di suruh jangan lihat malah penasaran aku lihat hehe....

    Beruntung lihat, bisa punya sudut pandang baru soal film ini di kaitkan dengan teori yang ada. Mantul pokonya...

    ReplyDelete
  7. kereeen PoV nyaa, bisa ditinjau dari segi komunikasi juga yaa ternyata 😁

    ReplyDelete
  8. Wah, keren banget ini anak komunikasi banget yaa.... PoV manarik

    ReplyDelete
  9. Dari review ini baru ngeuh bahwa kedua film itu menghadirkan pengaruh komunikasi yang besar.

    ReplyDelete
  10. Keren banget reviewnya, jadi punya pandangan lain jadinya. Informasi dan komunikasi adalah koentji.

    ReplyDelete
  11. Saya mencium bau bau kompetensi di bidang ilmu Komunikasi niiii, keren banget.

    ReplyDelete
  12. PoV yang menarik dan penyampaiannya juga bagus. Berasa lagi kuliah heheheh

    ReplyDelete
  13. Keren sekali sudut pandang kakak. Reviewnya diatur sedemikian rupa hingga menjadi rapi


    Oh, ya. Di atas, bukan diatas, Kak. Diatur bukan di atur, Kak. Sukses. 🙏😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa makasih banyak, ternyata ada luput aku.

      Delete
  14. Bagus penataan tulisannya teratur dan mudah dipahami dan dibandingkan... Terimaksih

    ReplyDelete
  15. Tulisannya keren ... runtut cara reviewnya ... sudut pandang dan instingnya klop ... lanjutkan mas ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dih, langsung dipakai kata "insting" nya. Haha XD

      Delete
  16. Wah bagus nih, seger cara memreview filmnya.

    ReplyDelete