Tersesat Saat Menulis

Tersesat Saat Menulis

By. TPj


 Assalamu’alaikum sobat mikir, gimana kabarnya? Cakmin doakan dalam keadaan sehat selalu sekeluarga. (aamiin)
Ngomong-ngomong gambar yang cakmin pakai buat judul udah mirip genre horor belum? Alhamdulillah kalau udah, karena hari ini cakmin akan membahas bukan tentang horor. Hihihi.

Kali ini sebenarnya cakmin ingin berbagi pengalaman sih, kalau cakmin tuh pernah (sering malah) tersesat atau kehilangan arah pas nulis. (Eh gimana-gimana?) Jadi pas enak-enak nulis tiba-tiba merasa “eh, ini aku lagi nulis apaan sih?” atau “Lah ini tulisan kok jadi amburadul gini sih?”, atau tiba-tiba nge-blank dan semacamnya. Kalian pernah merasa kaya gitu? Atau cuma cakmin aja ya yang pernah kaya gini?

Kenapa cakmin angkat tema ini? Karena selain pengalaman cakmin sendiri, ternyata waktu di WAG ODOP (grup belajar nulis) kemarin ada temen cakmin yang hopeless banget sama tulisannya, merasa tulisannya sampah pas dibaca ulang. Sehingga, ketika cakmin angkat tema ini. Semoga sobat mikir atau siapapun yang mengalami hal yang sama dengan cakmin. Bisa sedikit terbantu sama strategi nulis yang cakmin pakai.

Cari Referensi

Sebelum cakmin bagi tips, cakmin browsing dulu dong. Kali aja ada yang udah bagi tips yang menjawab masalah diatas, atau lebih lengkap malah. Dan ternyata, setelah cakmin cari alhamdulillah belum ada yang seperti punya cakmin (yaa hasil browsingan cakmin doang sih, hehe).

Tapi bukan berarti browsingan cakmin jadi sia-sia. Ternyata memberi ide cakmin untuk mengkonstruk artikel ini lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh sobat mikir. Karena dari browsingan sebelumnya, beberapa dari mereka ada kesamaan pada langkah mencari tema dan tujuan, ini cakmin sepakat. Tapi setelahnya tidak sesuai harapan cakmin. Daripada lama-lama langsung yuk masuk ke langkah anti tersesat versi cakmin.


Langkah anti tersesat saat menulis versi cakmin

Diagram makro langkah anti tersesat
 

1. Tentukan Tema

Ternyata untuk menentukan tema, ada banyak yang masih bingung loh caranya. Kalau cakmin sih, pakai landasan.
a. Apa itu masalah?
b. Penting ga? (kalau ga penting mending cari yang lain)
c. Punya gambaran umum buat jawab itu masalah lewat tulisan.

2. Buat tujuan tulisan

Pada langkah ini, sebisa mungkin bayangkan sobat mikir berhadapan langsung dengan pembaca tulisanmu. Dia punya masalah apa, lalu setelah baca tulisanmu pengen dia jadi gimana? (umumnya sih, bisa selesai masalahnya. Bukan malah tambah bermasalah, ya kan?)

Ini sekedar contoh ya, misal target tulisanmu dari tidak tahu jadi tahu, nanti tahunya apa aja dan seberapa dalam? Atau targetnya tertarik untuk mencoba apa yang kamu tulis. Dan lain-lain.

3. Cari referensi

Langkah ini juga penting, bisa jadi gambaran yang kita punya untuk memecahkan masalah akan lebih terstruktur dan mungkin ada langkah atau informasi lebih detail yang bisa dimasukkan ke tulisanmu nantinya. Tapi jangan pilih informasi yang HOAX ya, malah rusak tulisanmu nanti sob.

4. Buat outline

Outline adalah kumpulan dari poin yang akan kamu tulis, umumnya isinya satu sampai dua kata saja sob. Tujuannya adalah tahu secara makro apa aja yang kamu tulis, sehingga mudah untuk di evaluasi apakah outline yang sudah kamu buat mampu menjawab tujuan.

Analoginya ketika kamu pengen bisa kenyang, langkah-langkahnya pasti siapkan apa yang akan dimakan, siapkan alat makan, baru proses makan. Ketika ada langkah yang hilang maka tidak akan bisa kita kenyang (aku ga pake alat makan juga bisa cak. Eh, itu tangan kan bisa masuk kategori alat bantu makan).

Cara menulis outline ada berbagai macam, ada yang pakai MS word, tapi kalau cakmin sih pakai aplikasi mind map (Mindjet Manager kalau PC dan miMind kalau pakai android). Karena menurut cakmin lebih mudah kalau mau tambah variabel atau perdalam data dari variabel yang udah dibuka.

Berikut cakmin sertakan tampilan outlining waktu pakai PC maupun andro:

Contoh outline di PC (Mindjet Manager)






 

Contoh outline di Android (miMind)

5. Evaluasi outline

Di tahap ini, harus terjawab “apakah outlinenya bisa mencapai tujuan?” dan jawabannya harusnya "ya, memang sudah mencapai tujuan menulis"

6. Buat detail tulisan

Inilah saat kamu benar-benar nulis sob. Outline sebelumnya cuma sebagai peta kamu ga tersesat waktu mencapai tujuan. Di tahap ini, baru kamu menggunakan semua kemampuan menulismu, mulai dari merangkai perbendaharaan kata sampai kemampuan penggunaan tanda baca.

7. Evaluasi detail tulisan

Baca ulang tulisanmu, barangkali ada typo (kesalahan pengetikan), kesalahan penggunaan tanda baca, penggunaan diksi yang tidak sesuai tempatnya dan lain sebagainya.

8. Evaluasi makro

Karena ini akan dikonsumsi publik, akan lebih baik kamu cek ulang deh dari awal lagi. Sebelum benar-benar kamu posting atau kamu sampaikan ke target pembacamu.

9. Berdoa dan tunggu evaluasi.

Setelah di-publish sih, tinggal berdoa aja semoga respon pembaca sudah sesuai dengan tujuan awal membuat tulisan. Inginnya sih sukses/sesuai dengan tujuan menulis awal. 

Tapi kalau gagal kan tetap bisa digunakan sebagai bahan evaluasi kedepannya. Jangan down, tapi gunakan sebagai pelecut untuk lebih baik lagi dan lagi. 


Begitulah langkah anti tersesat saat menulis versi cakmin, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Tapi menurutmu ada yang perlu ditambahkan ga sob? Kalau ada, langsung komen dibawah ya. Thank you.





Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

6 Comments

  1. Keren ini tipsnya kak. Bisa banget nih di praktekan, buat aku yang newbie urusan nulis. Makasih banyak loh kak 😊

    ReplyDelete
  2. keren tipsnya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  3. Aku contek tipsnya kaaak teguh.. terimakasih sudah menuliskan ini..eheheheh

    ReplyDelete
  4. Sebelumnya, foto tadi belum horor kak hehe (iya iya tahu emang bukan genre horor juga lebih ke petualangan gitu...)

    Tulisannya sesuai sama panggilan ke pembaca: "sobat mikir". Terstruktur dan jelas arahnya kemana.

    Semoga bisa mengembangkan tulisan kaya gini ni...

    Oh iya, sebagian besar poin disana udah dipraktekkin juga kak. Ada kesamaan.

    Kalau boleh nambahin sih, boleh ketika mood kita lagi naik-naiknya, berhenti dulu tu dari aktifitas yang menstimulus rasa senang kita. Cobalah menulis suatu topik yang lebih mengangkat opini kita. Insyaa Allah hasil tulisannya menggebu-gebu dan bisa menyalurkan energi ke pembacanya~

    ReplyDelete
  5. Eh iya kak, mau ralat. Setelah di'engehi' lebih dalam, ternyata masukan di akhir bukan termasuk tips saat tersesat deh ehehheheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah diingatkan, maksud hati pengen menghubungkan sama evaluasi dari pihak luar dan fungsinya sebagai cek hasil, apa emang sesuai sama tujuan awal atau belum.

      Ini efek kalau udah ga bener - bener fokus. Jadi Tersesat. :v

      Otw revisi

      Delete