Tujuh Alasan kamu harus baca “Miskin”

Tujuh Alasan kamu harus baca “Miskin”

By. TPj


Ilmu Parenting dalam sebuah karya Fiksi

Halo sobat mikir semua, bagaimana kabarnya? Cakmin doakan semoga sehat sekeluarga (aamiin)
Dunia parenting merupakan dunia yang sangat luas, bagi cakmin yang baru memiliki anak bujang masih berumur 14 bulan, jalan untuk dunia ke-orang tuaan ini akan masih sangat panjang. Setelah sebelumnya harus merasakan shock perubahan status dari masih berdua dan harus ber-tiga di awal kelahiran sang buah hati. Idealnya bagi cakmin dan semua orang tua baru harus juga belajar cara mendidik anak dengan baik.
 

Bukan, target akhir dari ilmu parenting bukan sekedar menurut apa yang disamapaikan orang tua, lebih-lebih bagaimana anak menjadi pribadi yang siap untuk menjalani hidup dengan memegang teguh nilai-nilai yang baik sesuai dengan ajaran agama.
 

Sebenarnya ini kali pertama cakmin membuat review dari sebuah karya, tapi semoga apa yang cakmin sampaikan ke sobat mikir bisa memberi antusias sobat mikir untuk juga ikut membaca sebuah karya yang cakmin anggap keren abis.
 

Sekedar info novel ini masih on going di grup FB KBM (Komunitas Bisa Menulis) dan dari author menyampaikan ceritanya sudah dipinang untuk dijadikan buku/novel. Walaupun kita belum tahu endingnya seperti apa, menurut cakmin udah banyak alasan untuk kita membaca dan mengikuti serial miskin ini.
 

Berikut 7 alasan kamu harus baca novel “Miskin”

1.    Ilmu parenting disampaikan dengan halus tanpa menggurui
Mungkin cakmin aja yang kudet, tapi ini cerita fiksi kental dengan sudut pandang orang tua yang ingin menjadikan anak-anaknya memiliki kepribadian yang baik, kejujuran, kemandirian, hormat dan sayang terhadap orang tua. Banyak yang bisa diambil ilmunya sebagai orang tua baru atau yang sudah lama juga boleh untuk mengaplikasikan ilmu parentingnya pada anak-anaknya kelak.

2.    Kuatnya penggambaran tokoh utama
Lagi-lagi mungkin ini karena cakmin yang kurang baca, karena pada umumnya cerita tentang seorang perempuan digambarkan seorang yang lemah, yang tak bisa apa-apa yang hanya bisa menurut pada seorang suami, sangat bergantung malah. Tapi kepribadian tokoh utama “Sumi” di cerita ini digambarkan seorang yang mandiri, kuat, sekaligus lembut, cerdas sekaligus tidak angkuh sehingga tidak menjadi sombong di depan suaminya.

3.    Penggambaran tokoh hasil pendidikan parenting baik dengan tidak
Tidak hanya sekedar teori saja, tapi kita akan dinampakkan dengan kontras, mana anak yang dididik dengan pendidikan parenting dengan baik dan tidak, dan karena masih on going sepertinya penulis akan berusaha memberi contoh ilmu parenting dalam memperbaiki anak yang sebelumnya tidak dididik dengan ilmu parenting dengan baik.

4.    Miskin harta tidak harus miskin ilmu
Sangat suka dengan pesan yang tersirat dari cerita ini, karena kemiskinan identik dengan miskin ilmu. Dikarenakan kedua orang tua hanya berfokus untuk mencari nafkah agar semua perut di rumah bisa makan, yang akhirnya menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas terakhir bahkan. Oleh karenanya, cerita ini semoga bisa menginspirasi walau dalam keadaan apapun, anak merupakan tanggung jawab yang harus dipertanggung jawabkan.

Adalah tugas kita sebagai orang tua tidak hanya sekedar menyediakan kebutuhan fisiologis saja, namun lebih dari itu kita dituntut untuk menjadikan anak kita sebagai generasi penerus yang tidak hanya sekedar siap fisik tapi mental dan kepribadian yang lebih utama.

5.    Latar budaya yang sangat kental (dialek, budaya)
Karena cakmin berasal dari Surabaya, kebudayaan Jawa sangatlah kental dalam kehidupan cakmin. Namun dari cerita ini, kita bisa merasakan kentalnya budaya melayu, mulai dialektika dalam komunikasi, latar tempat dan budaya yang ada di sana. Semakin menambah pengetahuan bahwa Indonesia itu luas dan banyak budaya yang keren abis.
 
6.    Narasi yang disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami.
Walaupun ketika masuk dalam percakapan kita disuguhi dengan dialektika khas melayu, namun ketika narasi sang penulis menggunakan bahasa Indonesia yang baku, sehingga memudahkan kita dalam mencerna apa yang ada dalam cerita.

7.    Kecerdikan sang penulis memasukkan hal-hal diluar cerita tetapi tetap nyambung.
Satu lagi yang keren dari penulis ini adalah kemampuan untuk menghubungkan dengan hal yang diluar cerita, semisal tentang merajut, memasak, lirik lagu, dan lain-lain. Walaupun harusnya tidak nyambung tapi bisa digunakan sebagai bahan dalam cerita yang dibangunnya.

Itulah tujuh alasan mengapa sobat mikir harus membaca “Miskin” dikarenakan banyaknya hal yang bisa dipetik dan diambil hikmah dengan bahasa yang mengalir dan mudah untuk dipahami. Semoga bermanfaat

Berikut juga cakmin cantumkan link yang ada di Facebook
Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5, Part 6, Part 7, Part 8, Part 9, Part 10, Part 11, Part 12, Part 13, Part 14

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

3 Comments

  1. Wahh.. Terima kasih untuk reviewnya. Saya sangat menghargainya. Semoga sedikit ilmu ataupun hikmah dari cerita ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Sayang anda semuaaa!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehh... Mohon maaf sebelumnua, Buat Kang Reviewer, dapat salam dari Sumi yaaa

      Delete
    2. Alhamdulillah, an honor can get comment from the author.

      Semoga terus berkarya thor, dan karyanya makin bersinar

      Delete