Yuk Contek Strategi Amal Jariyah Usman bin Affan RA

Yuk Contek Strategi Amal Jariyah Usman bin Affan RA

By. TPj


Menggandakan Amal Jariyah Menggandakan Pahala

Assalamualaikum sobat mikir sekalian bagaimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Berawal dari artikel tentang sang penemu Facebook paklek Mark Zuckerberg yang membaliknamakan sebagian besar saham yang dimilikinya kepada sebuah yayasan. Menurut cakmin, hal ini merupakan hal yang keren. Karena jika dihubungkan dengan konsem amal jariyah, selama perusahaan tersebut hidup dan menghasilkan keuntungan selama itu pula pahala yang didapatkan akan terus mengalir, karena setiap kali ada pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) maka yayasan tersebut juga akan mendapatkan dana untuk dapat menghidupi dan mengembangkan yayasan atas nama saham tersebut.

Setelah pencarian referensi lebih lanjut, cakmin menemukan bahwa jauh sebelum diterapkan oleh paklek Mark, ternyata strategi Amal Jariyah tersebut sudah diterapkan oleh Usman bin Affan RA, salah satu sahabat Rasulullah sekaligus Khaulafaur Rasyidin. Bahkan sampai sekarang masih berjalan dan mampu untuk menggerakkan perekonomian negara.

Oleh karenanya, cakmin tertarik untuk mengusung strategi tersebut untuk dapat diaplikasikan oleh pengusaha yang masih level UMKM seperti cakmin dan nantinya bisa diterapkan juga pada profesi-profesi selain pengusaha dengan penyesuaian-penyesuaian tertentu.

 

Dari Sumur Hingga Hotel Berbintang

Bagi sobat mikir sekalian, mungkin sudah tidak asing dengan cerita sahabat Usman yang membeli sumur milik seorang Yahudi untuk keberlangsungan hidup Muslimin yang baru saja berhijrah. Namun untuk memperjelas, cakmin akan menceritakan secara singkat bagaimana proses sumur tersebut hingga dapat menjadi amalan yang jauh lebih besar manfaatnya hingga saat ini.

Berawal dari hijrahnya kaum Muhajirin (muslim yang tinggal di Mekah) berangkat ke kota Madinah secara sembunyi-sembunyi dan tidak membawa persediaan makan dan harta yang cukup, sekedar untuk mempertahankan jiwa dan keimanan. Karena tidak membawa perbekalan yang cukup, banyak Muhajirin hidup terlunta-lunta ketika sampai di Madinah.

Kaum Muhajirin sangat kesulitan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup, termasuk hanya untuk sekedar dapat minum. Karena sumur yang dapat mereka akses saat itu dimiliki oleh Yahudi, dan untuk dapat minum mereka harus membayar. Melihat kondisi tersebut, Usman mendatangi pemilik sumur dan membeli sumur tersebut walau dengan harga yang sebenarnya terlampau mahal, namun tetap dibeli agar kaum Muhajirin dapat mengambil dan meminum air tanpa harus membayar lagi.

Seiring berjalannya waktu, sumur Usman tersebut berkembang menjadi kebun nan luas. Pada masa Turki Usmani, kebun tersebut dirawat dengan baik. Hingga kerajaan Saudi Arabia berdiri dan perawatannya menjadi jauh lebih baik lagi. Alhasil, di kebun tersebut tumbuh sekitar 1550 pohon kurma.

Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf Usman tersebut. Hasil dari panen dibagi dua; setengah dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sebagian lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Usman bin Affan dan dipegang oleh Kementrian Wakaf. Karena semakin besar “kekayaan” Usman bin Affan, hingga cukup untuk digunakan membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.

Di atas tanah tersebut kini berdiri hotel berbintang 5 bernama Utsman bin Affan, bersebelahan dengan masjid dengan nama yang sama. Bangunan tersebut memiliki 210 kamar siap sewa dan 30 kamar khusus yang siap menyambut para wisatawan di Madinah. Berdiri gagah setinggi 15 lantai dengan 24 kamar di setiap lantainya. Dan sekarang bangunan hotel tersebut disewakan pada pengelola hotel kelas internasional yaitu Sheraton. Sama seperti perkebunan kurma, hasil keuntungan setelah dibagi dengan pengelola hotel, rencananya akan dibagikan pada umuat miskin dan sebagian lagi masuk kembali ke rekening Usman.

 

Image Source : bincangsyariah.com

Konsep Penerapan di UMKM

Ngiler ga sih sob, bisa punya amalan jariyah yang begitu besar manfaat bagi masyarakat? Kalau cakmin sih pengen banget bisa sampai kaya gitu. Oleh karenanya, cakmin berusaha menurunkan strategi beliau agar dapat diterapkan walau usaha kita masih pada tataran UMKM.

1.       Pendistribusian nilai infaq

Penjelasan :

  • Ketika kita sebagai pengusaha mendapatkan omzet, otomatis harus dikurangi dulu dengan biaya dan modal, hal ini juga harus diperhitungkan juga nilai untuk pengembangan usaha.
  • Setelah dikurangi, yang dari sini cakmin sebut dengan pemasukan, baru dibagi ke beberapa pos. Yaitu 1) Kewajiban sosial, 2) Kewajiban, 3) Kebutuhan, 4) Keinginan
  • Kewajiban sosial, tidak langsung dikeluarkan 100% dari nilainya. Namun dibagi menjadi 2 yaitu langsung dikeluarkan, dan tak langsung yang nantinya akan di investasikan menjadi saham di usaha pemilik dengan atas nama sendiri (misal : Amal)

 

2.       Pengembangan nilai infaq yang terus-menerus

 


Penjelasan

  • Ketika investasi yang dilakukan tidak ada kendala dan mendapatkan sisa hasil usaha (SHU atau pembagian Deviden), maka nilai dari SHU Amal tersebut akan dibagi pada sebagian untuk diserahkan langsung, dan sebagian lagi untuk diputar lagi menjadi saham.
  • Catatan 1 : Pada tahap ini, sudah terlihat adanya perkembangan nilai yang diberikan secara langsung sudah mendapat input dari dua pos yaitu dari kewajiban sosial owner ditambah dengan provit yang dihasilkan oleh saham amal sendiri.
  • Catatan 2 : Sama halnya dengan nilai infaq langsung, nilai dari saham yang ditanamkan akan menjadi lebih besar dibandingkan pada pertama kali penggunaan konsep, hal ini dikarenakan mendapat saham dari kewajiban sosial owner, juga dari saham amal yang dapat menghasilkan uangnya sendiri.

Dengan konsep diatas, harapannya walaupun kita yang masih level UMKM, memiliki pondasi yang cukup kuat untuk menciptakan snowing ball effect, dimana memang awal kali berjalan terlihat sangat kecil dan sepele, namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya usaha, akan menciptakan nilai yang besar dari amalan kita sendiri.

 

Syarat Mutlak Berjalannya Sistem

Konsep yang digagas cakmin ini tidak serta-merta dapat berhasil, cakmin menilai bahwa harus ada syarat-syarat tambahan untuk konsep penerapan strategi Usman dapat berjalan yaitu:

1.     Usaha yang sehat.

Usaha dari owner minimal harus sudah stabil (tidak mengalami kerugian berturut-turut). Karena semangat kita adalah mengembangkan nilai amal, jika usahanya sendiri belum berjalan dengan baik. Seyogyanya kita memilih berinvestasi pada yang lebih aman misal menabung Logam Mulia, Deposito atau model investasi yang lain.

 2.   Sedang butuh modal tambahan.

Selain usaha yang sehat, usaha tersebut juga harus membutuhkan modal tambahan. Cakmin berasumsi, setelah melwati fase kritis awal usaha, setiap UMKM pasti butuh pengembangan modal, dan hal ini bisa jadi simbiosis mutualisme antara amal dan pengembangan usaha.

Namun akan berbeda nilai jika usaha tersebut sudah tidak membutuhkan modal, maka akan kurang optimal dalam nilainya, baiknya jika kondisi begini kembali ke saran point 1 yaitu mencari pilihan investasi lainnya.

 3.     Kejujuran dan konsistensi dari pemilik.

Kejujuran dan konsistensi owner akan menjadi hal yang utama dalam proses ini. Dimana setiap usaha akan sering menghadapi hantaman cobaan dalam setiap prosesnya. Termasuk dalam masalah finansial baik dalam usaha yang dibangunnya maupun kondisi ekonomi keluarganya.

Jika benar-benar seperti ini, semoga kita senantiasa ingat bahwa yang kita kelola adalah sudah bukan hak kita lagi, dan kita kembalikan/luruskan ulang niat agar tidak gelap mata dalam mengelola dana yang sedari awal sudah kita niatkan untuk dijadikan amal jariyah.

 

Kesimpulan

Bagaimana sobat mikir, sudah tertarik untuk mencoba konsep di atas? Secara tidak langsung cakmin sudah memberi konsep terapan bagi yang bukan pelaku usaha, yakni dengan memasukkan nilai amal tak langsung pada investasi yang cenderung aman dan dapat berkembang.

Kalau boleh jujur, walau sudah merumuskan konsep penerapannya, cakmin sendiri baru akan menjalankan konsep turunan Strategi Usman ini di akhir pembukuan bulan ini. Cakmin minta doanya agar bisa konsisten dalam menjalankan konsep yang cakmin susun sendiri.

Bagi sobat mikir yang pengen mencoba, boleh lah kita nanti sharing-sharing apa saja kendala yang timbul dan bagaimana kita rumuskan bersama solusinya. Semoga artikel ini bermanfaat. Wassalamualaikum Wr.Wb.

 

Referensi

Almutahhed.com

Liputan6.com

Koran.tempo.co

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments