Analisa Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen Malam Pengantin

Analisa Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen Malam Pengantin

By. TPj

 


Assalamualaikum Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Alhamdulillah, minggu ini cakmin mendapat tugas dari ODOP yaitu melakukan analisa. Sebuah proses yang menjadi makanan sehari-hari ketika mengenyam pendidikan dulu. Tugas yang biasanya maksimal dikerjakan hari Kamis-pun di undur pengerjaannya hingga hari Jum’at yang berarti sangat mepet dengan deadline pengumpulan tugas yang jam 17.00 WIB.

Sebenarnya bukan menggampangkan, namun memang ada keinginan untuk menyelesaikan artikel yang cukup sulit dan membuat tertantang yaitu membuat tutorial memasukkan plugin facebook comment pada blog yang kita kelola. Dan walau sudah di post, ternyata masih meninggalkan beberapa masalah pada tampilannya. Namun, sekarang sudah bisa fokus untuk mengerjakan tugas minggu ini.

Pada pandangan pertama, cakmin langsung tertarik dengan cerpen yang berjudul Malam Pertama, walau memang awalnya memilih cerita secara random dan dibuka dengan kondisi pernikahan yang tak biasa. Alur ceritanya membuat ingin terus melanjutkan hinga akhir. Namun sebelum melakukan analisa, seperti biasa cakmin ingin menggunakan landasan variabel yang akan digunakan untuk menganalisa.

Unsur cerpen

Terdiri dari Intrinsik dan Ekstrinsik. Berikut variabel yang terkandung dari masing-masing unsur :

Unsur Intrinsik

Unsur Ekstrinsik


Sumber : https://blog.ruangguru.com

Dari variabel yang terbentuk di atas, kita akan melakukan analisa terhadap cerita pendek yang ada.

Analisa

Unsur Intrinsik

Tema : Dalam tulisan tersebut penulis menggunakan percampuran tema organik yang membahas tentang romantisme kedua tokoh utamanya yang sedang dilanda kasmaran ketika namun penulis juga mengangkat tentang tema sosial membangun cerita ditengah sebuah kondisi perang dan membawa kita merasakan bagaimana situasi sosial masyarakat ketika dalam kondisi perang.

Tokoh dan Penokohan :

Tokoh utama 1 Yusuf : Merupakan tokoh utama dimana mereka sebagai pengantin baru yang baru akad tetapi harus dipisahkan oleh kondisi peperangan. Karkter yang dibangun terhadap Yusuf adalah watak yang teguh terhadap pendirian dalam memperjuangkan entah karena tanggung jawab sosial atau karena tanggung jawab terhdap pekerjaan/profesionalitas dalam menyandang status tentara Hizbullah

Tokoh utama 2 Sulastri : Merupakan tokoh utama pasangan Yusuf, meski sangat keberatan untuk melepas orang yang baru menjadi suaminya, mau tak mau dirinya harus pasrah untuk melepas orang yang baru beberapa menit menjadi suami sah-nya tersebut. Namun karakter yang dibangun terhadap Sulastri ini bukan berarti orang yang melow dan mendramatisir berlarut-larut permasalahannya. Melainkan tokoh yang tegar serta kuat karena dirinya-pun ikut turun dalam peperangan

Tokoh penunjang 1 para tamu undangan : merupakan karakter yang digunakan untuk menghidupkan kondisi pernikahan. Tanpa mereka, pernikahan yang sudah digambarkan sangat sederhana tersebut semakin aneh. Karakter yang dibangun adalah cukup merupakan teman yang peduli dan ikut senang terhadap pernikahan temannya.

Tokoh penunjang 2 tentara sekutu / NICA : merupakan karakter yang digunakan untuk menghidupkan kondisi peperangan. Mereka menjadi tokoh antagonis dalam konflik yang diangkat penulis. Karakter yang dibangun hanya tentang mereka bengis dengan menghancurkan semua musuhnya.

Latar

Latar Tempat : penulis menggunakan setting tempat kota Surabaya hal ini tertuang dalam artikelnya sebanyak tujuh kali.

Latar Waktu : karena menggunakan setting tentara NICA yang masuk ke Surabaya, dengan menunjang dari literatur terkait berarti kejadian tersebut sekitar tanggal 25 Oktober 1945. Ya, menggunakan latar sejarah asli Indonesia dikala awal kemerdekaan sekaligus masa mempertahankan kemerdekaan.

Latar Suasana : pada awal cerita, penulis menggunakan suasana syahdunya pernikahan namun harus terusik dengan kerasnya perjuangan dalam peperangan

Alur atau Plot : dikarenakan penulis menceritakan secara runtut secara waktu dan tidak ada proses mengambil ingatan di masa lalu, maka alur dalam cerita berikut adalah menggunakan Alur Maju

Sudut pandang : Penulis menggunakan sudut pandang ketiga atau lebih dikenal dengan narator. Dimana pencerita bertindak sebagai orang yang menceritakan dari kacamata yang melihat secara langsung baik romantisme kesyahduan pengantin baru hingga kerasnya peperangan yang mereka alami.

Amanat/Pesan Moral : Pesan moral yang cakmin dapat ambil adalah betapa mulianya orang yang berjuang demi kebaikan bersama, mereka lebih memilih menangguhkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan kelompok/masyarakat. Sehingga baiknya kita sebagai manusia juga meneladani tokoh Yusuf dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Gaya Bahasa : penulis dalam cerpen tersebut menggunakan bahas ayang lugas tanpa menggunakan bahasa yang puitis dan mudah dipahami dari awal hingga akhir cerita.  Namun menggunakan penekanan yang menurut cakmin sedikit hiperbolik namun tetap wajar, untuk menggambarkan betapa kejamnya sebuah peperangan.

Unsur Ekstrinsik

Dikarenakan ini merupakan cerpen, maka nantinya tidak semua unsur dapat tergambarkan dengan jelas dan dapat diuraikan. Namun cakmin akan berusaha untuk mencoba meraba nilai yang disampaikan dalam cerita tersebut.

Nilai Agama

Satu-satunya petunjuk dalam cerita tersebut adalah keanggotaan Yusuf dalam tentara muda Hizbullah, di dalam sejarah asli Indonesia laskar Hizbullah merupakan barisan yang memang dihidupkan oleh tokoh masyhur KH Wachid Hasyim di Mojokerto. Pada tanggal 20 Oktober 1945 seluruh anggota Laskar Hizbullah bergerak sesuai dengan komando yang dikenal dengan Resolusi Jihad dan menggerakkan seluruh personel Laskar dari Mojokerto ke Surabaya.

Dari latar belakang peristiwa tersebut, sangat terasa bahwa nilai-nilai yang diangkat dalam konteks cerita tersebut merupakan militansi atau idealisme didasarkan oleh ketuhanan, mereka berani meninggalkan urusan personal demi mendapatkan kemaslahatan bersama dan mengharapkan balasan Surga.

Nilai Sosial

Setali tiga uang dengan nilai agama, selain tokoh Yusuf bergerak karena kepentingan agama, dimana pertimbangan resolusi Jihad juga berangkat dari nilai sosial yang sedang terancam. Hal ini diperkokoh dalam cerita tersebut dimana betapa lebih tinggi kepentingan bersama dan jika harus maka hal tersebut harus menangguhkan kepentingan personal walaupun mereka baru beberapa menit sah menjadi suami-istri.

Nilai Moral

Konflik yang diangkat oleh penulis merupakan nilai moral kepentingan pribadi seorang yang baru saja menikah harus dibenturkan dengan nilai moral kepentingan kelompok atau masyarakat. Dimana sebenarnya bisa saja menjadi alasan yang kuat jika Yusuf meninggalkan perjuangan, akan tetapi dirinya lebih memilih berjuang bersama Laskar Hhizbullah demi urusan agama dan sosial daripada kepentingan pribadi.

Nilai Budaya

  • Petasan dalam pernikahan, entah memang cakmin yang tidak tahu atau penulis yang mencampur cerita dengan budaya betawi. Mengingat Surabaya banyak yang menggunakan adat jawa dan semeriah-meriahnya sebuah pernikahan adalah mengundang wayang. Namun dalam cerita tersebut budaya memeriahkan pernikahan Surabaya adalah dengan cara menggunakan petasan.

  • Pakaian yang baik saat pernikahan, penulis menggambarkan kesederhanaan pakaian yang digunakan oleh mempelai. Hal tersebut mencerminkan sebuah gambaran yang seharusnya adalah menggunakan pakaian yang bagus, namun tidak dapat direalisasikan karena kondisi khusus.

  • Jamuan untuk tamu pernikahan, walaupun digambarkan dengan sederhana, namun memberikan kita gambaran tentang bagaimana idealnya sebuah jamuan. Memang hal ini masih bisa dirasakan sampai sekarang, dimana budaya menghormati dan memuliakan tamu apalagi dalam sebuah acara pernikahan.

  • Malam pertama pengantin, berangkat dari judul yang menggambarkan budaya ketika sah-nya hubungan dua orang insan. Seharusnya dilanjutkan dengan hubungan seks di malam pertama mengingat kegiatan tersebut adalah fitrah kebutuhan manusia dan ditunjang dengan status halal untuk melakukan kegiatan suami-istri tersebut.

Penutup

Begitulah hasil dari analisa unsur intrinsik dan ekstrinsik dari cerita Malam Pengantin. Semoga dapat memberi gambaran bagaimana sebuah cerita senantiasa memiliki unsur-unsur yang melingkupi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.


#OneDayOnePost

#ODOP

#ODOPChallenge6

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments