Bukan Ahli Komputer, Hanya Lebih Bisa Menggunakan Google

Bukan Ahli Komputer, Hanya Lebih Bisa Menggunakan Google

By. TPj

 


Halo Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Sekedar buat refreshing nih sob. Cakmin ingin cerita tentang pengalaman. Jadi, cakmin itu dianggap lebih banyak bisa di dunia teknologi. Terutama di urusan komputer, entah dalam dunia ketik, rumus-rumus excel IF, Lookup, membuat power-point ber-animasi. Disaat yang lain belum bisa dan bahkan belum tahu kalau bisa di-begitukan. Ada yang samaan dengan cakmin? Cung!

Bahkan untuk ursan install ulang windows karena rusak atau ingin upgrade versi OS (operational system) beberapa teman cakmin minta tolongnya ke cakmin. Pas diminta tolong gitu jadi merasa seneng-seneng gimana gitu. Merasa dibutuhkan itu menyenangkan loh sob. Hehe.

Terakhir, karena memang belum benar-benar masuk dalam di dunia Blogging. Cakmin nyobain gimana caranya biar blog kita ada plugin Komentar Facebook. Soalnya, ada beberapa website yang menyediakan kolom komentar dari Facebook, sehingga yang komentar tidak perlu lagi masukkan nama, email dan web mereka. Cukup komentar menggunakan database akun facebook mereka. Dan setelah gagal dan coba lagi berulang, alhamdulillah sukses. Yee. Sobat mikir bisa cek nanti di bagian akhir artikel ada kolom komentar facebook.

Eh, tapi inti artikel ini bukan buat sombong-sombongan ya sob. Tapi lebih pada share bagaimana sih Sunnatullah (rumusnya) cakmin bisa lebih tahu duluan dari teman yang lain. Ya, sesuai dengan judul di atas.

Bukan Ahli Komputer, Hanya Lebih Bisa Menggunakan Google

Buat yang penasaran aja deh, berikut sunnatullah yang cakmin rangkum yang bisa jadi alat buat sobat mikir yang ingin bisa lebih dulu dari temen yang lain.

Penasaran

Penasaran atau yang lebih dikenal dengan KEPO ini ternyata harus dipupuk, dijaga dan dilestarikan loh sob. Seperti cintaku padanya. Berkat hasrat penasaran cakmin inilah, cakmin bisa punya alasan yang kuat (big why) untuk mencari tahu bagaimana hal tersebut bisa terjadi, bagaimana caranya dan pertanyaan sejenis lainnya. Hingga keinginan untuk mencoba atau ber-eksperimen sendiri. Tanpa adanya rasa penasaran, sepertinya akan mustahil seseorang untuk berkembang menjadi lebih baik.

Punya Sumber Daya

Variabel berikutnya ini yang tak kalah penting, yaitu Sumber Daya. Tapi jangan dibayangkan sumber daya harus berbentuk Uang ya sob. Menurut cakmin sumber daya ini ada beberapa jenis, tapi yang utama adalah informasi. Sangat penting bagi kita untuk dapat mengakses informasi yang dibutuhkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari rasa penasaran.

Tapi syukurlah, kita bukan hidup di zaman batu dimana internet merupakan hal yang mustahil didapatkan. Di era 4.0 inilah, kita sangat dipermudah dalam menjangkau informasi, terutama adanya teknologi mbah Gugel (google). Bahkan sudah bisa di akses dari mana saja karena dengan mudahnya dapat kita buka dari smartphone kita. Cakmin ingat dulu waktu masih sekolah, harus ke warnet dulu untuk dapat koneksi internet.

Sumber Daya berikutnya yang tak kalah penting adalah Alat dan Bahan. Muncul alat dan bahan ini berasal dari informasi yang sudah kita dapat sebelumnya. Walapun kita tahu, tapi jika tidak memiliki alat dan bahan untuk melakukan percobaan yang dapat menjawab ke-KEPO-an kita, akan setengah saja tingkat kepuasan dari rasa penasaran yang sudah ada sebelumnya.

Mau Mencoba

Katakanlah sudah ada rasa Penasaran & Sumber Daya. Ini semua akan percuma, jika kita tidak ada keinginan untuk mau mencoba apa yang sudah kita dapat informasinya. Memang dibutuhkan jiwa petualang, jiwa yang berani menembus batas rasa nyaman, karena jika kita mencoba hal baru otomatis kita akan dihadapkan dengan keberhasilan atau kegagalan.

Bagi cakmin yang mungkin memang suka mencoba hal baru, sepertinya tidak ada permasalahan yang berarti. Namun sekedar saran bagi sobat mikir yang takut mencoba hal baru ingatlah

Jika gagal, itu adalah satu langkah kemajuan. Jika sukses, maju tiga langkah.

Sehingga, mau sukses atau gagal itu adalah sama-sama langkah untuk meningkatkan kualitas diri sob. Karena dari kegagalan itu kita dapat informasi tambahan apayang harus kita hindari agar tidak gagal di kemudian hari.

Paham dan Mau Tanggung Resiko

Bisa jadi ini juga merupakan hal yang ditakuti untuk mencoba hal yang baru. Kita takut mencoba karena takut resikonya lumayan besar. Memang sih, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari untuk dicoba karena besarnya resiko yang jika itu terjadi kita tidak sanggup untuk menanggungnya.

Tapi kalau boleh jujur, jumlah yang over-risk ga banyak kan? Sehingga masih banyak hal yang bisa kita coba dan eksplorasi. Tinggal balik lagi, kitanya niat atau engga untuk mencoba sob.

Penutup

Itulah tips dari cakmin bagaimana agar kita selangkah lebih di depan dari teman-teman kita. Semoga kamu ikut mencoba cara di atas ya sob. Ingat, eksperimen itu jangan dibayangkan harus besar dan wah ya. Walau nyoba nerapkan rumus “IF” di excel atau buat presentasi kamu lebih ber-animasi, itu udah termasuk eksperimen loh kalau sebelumnya kamu belum bisa.

Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat. Bonus quote favorit cakmin :

Stay Hungry, Stay foolish. Never let go of your appetite to go after new ideas, new experiences, and new adventures. – Steve Jobs

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments