Hancur


Hancur.

Lebur.

Tak berbentuk. 

Itulah keadaan semangatku sekarang. Mengetahui bahwa esok takkan lagi sama, baru saja ku berdiri dan tertatih. Sekarang harus dihadapkan dengan kenyataan yang suram. Kemungkinan harus merangkak lagi dari bawah, sekedar untuk bertahan hidup. Tak kusangka, hidup dapat sebercanda ini. Baru kemarin aku semangat mendapat limpahan karunianya. Sekarang harus memutar otak bahwa peluang itu takkan lagi sama.

Beberapa menit lalu aku bahagia karena mendapat pujian dari pelanggan tokoku, kini bagai menelan pil pahit. Ku buka selembar kertas dan mendapati sebuah surat keputusan dari pihak berwenang untuk menutup sementara tokoku. Karena alasan yang sama seperti beberapa bulan lalu, PSBB. Ya, karena itulah aku harus bersiap untuk sekali lagi merugi, dan tak tahu apakah usaha dan keluarga kecilku masih akan sanggup menghadapi ini.

Entah, harus dengan cara apa lagi. Aset dan perabotan yang dulu kujual untuk bertahan pada gelombang pertama. Jangankan untuk membeli lagi. Aku bahkan masih menyisakan hutang, yang kukira akan segera berakhir, jika kondisi beberapa menit lalu tidak berubah. Setidaknya satu atau dua minggu lagi semua akan lunas, tuntas. Namun, seperti manusia kehilangan rangka untuk menyangga tubuhnya. Aku lemah, sedih, takut, marah entah apa yang ingin kuluapkan saat ini.

Tak terasa bulir itu jatuh, menggenang membasahi pipi. Ya Allah, kuatkanlah hambamu yang sungguh lemah ini.

#OneDayOnePost

#ODOP

#ODOPChallenge5

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

35 Comments

  1. Ulfah kira ini tugas pekan ini Kak? Tapi tak ada hastagnya~

    ReplyDelete
  2. Bukan tugas pekan ya ... sepertinya pas kalau tugas pekan ...

    ReplyDelete
  3. Tadi lihat storynya cakmin terus mau aku replay "ayo dijadiin konten" Lah taunya udah kwokwok semoga lancar lancar ya rezekinya buat cakmin dan keluarga, dan diberikan banyak kesabaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih doanya. Padahal rencana awal ga bikin konten ini. Tapi karena udah ga bisa diajak mikir kepalanya. Ya udah nulis ini aja.

      Delete
  4. Semangat terus kak. Pasti ada jalan yg terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa coba kirim tulisan ke media juga. Lumayan hasilnya.

      Delete
    2. Terima kasih support & sarannya. Tapi belum PD kalau mau monetize tulisan.

      Delete
  5. Semangat Kaka💐 Allah tahu mana yang lebih baik💐 ambil hikmahnya ya💐 jangan lupa rezeki sudah di atur, tetep berusaha dan berdoa kaka💐

    ReplyDelete
  6. Semangat kak.. insyaallah akan ada rezeki lain yang datangnya tak terduga..

    ReplyDelete
  7. terima kasih cak sudah memberi contoh #chalenge5

    ReplyDelete
  8. Contoh challenge5. thanks kak untuk contohnya

    ReplyDelete
  9. Semangat. Banyak orang yang menrasakan hal yang sama

    ReplyDelete
  10. Kumenangiiis.... Eh serius, aku bacanya sambil mewek.

    ReplyDelete
  11. Sangat menyentuh...hingga aku terus membaca sampai akhir. Dari awal tulisannya membuat penasaran hingga tak ingin beranjak hingga endingnya. Apa ini kisah nyata?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fiksi kak, tapi diangkat dari realitas yang pasti ada kenyataan seperti itu

      Delete
  12. Cuma bisa memberi semangat dan mendo'akan semoga dilancarkan segala urusannya Mas, hehe.
    Tetap semangat nulis ✊

    ReplyDelete
  13. Hanya ingin bilang, tulisannya sampai ke hati yang baca. Semangat Kak.

    ReplyDelete
  14. Semangats kang, Allah Maha Pemberi ... Insyaallah ada jalan . .

    ReplyDelete
  15. waa bagus kak tulisannya, terus semangat untuk menulis!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga kedepan terus menjadi lebih baik

      Delete