Kembali ke Ritme Awal Karena Tantangan.

Kembali ke Ritme Awal Karena Tantangan.

By. TPj


Assalamualaikum Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Setelah melihat postingan seorang kawan dalam blognya. Dirinya menggunakan teknik 10 menit free writing. Cakmin tertantang menggunakan teknik yang sama dalam menuliskan postingan kali ini, bagaimana kita menulis tanpa adanya outline yang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh untuk melakukan proses penulisan hanya dalam waktu 10 menit.

Sebenarnya, walaupun tidak menggunakan outline secara terstruktur. Sebenarnya cakmin merasakan membuat walaupun tidak sempurna, apa yang akan disampaikan setelah ini dan arah tulisannya akan hendak diarahkan kemana semua sudah tergambar. Namun perbedaannya adalah bagaimana menuliskan semua hal tersebut hanya dalam kurun waktu 10 menit tanpa adanya proses persiapan yang mumpuni sebelumnya.

Sebenarnya cakmin berencana untuk melakukan posting tentang tema yang berbeda sebelumnya. Akan tetapi mungkin dengan begini bisa mencicil tulisan untuk hari esok. Sehingga ritme yang sudah diimpikan untuk kembali dapat terus terjaga karena tidak terlalu sempit dalam proses pengerjaannya. Akhirnya diputuskanlah untuk menggunakan tantangan ini sebagai alat untuk menjawab masalah sebelumnya yaitu tentang mengembalikan ritme menulis agar tidak terlalu mepet dengan deadline.

Karena banyak hal yang tidak dapat dipredksi yang besar kemungkinan dapat menghambat niat kita untuk melakukan postingan tepat waktu tanpa tergesa-gesa terhadap deadline yang telah disepakati bersama. Jujur, cakmin untuk melakukan free writing sangat tersiksa, karena memang sebelumnya melakukan penyusunan yang baik saja masih terlihat amburadul secara tulisan. Apalagi jika tanpa ada konsep sama sekali yang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.

Dan tak terasa sudah satu menit terakhir namun tulisan cakmin hanya terbatas sekitar 250 kata saja. Mengingat sobat cakmin mampu mengetik hingga 300 kata dalam waktu cuma 10 menit saja. Cakmin berdoa semoga ritme yang sudah kembali seperti semula dapat terus terjaga, tidak hanya hingga akhir proses pelatihan habit di ODOP namun juga hingga setelahnya.

Itulah sobat, diatas adalah proses menulis dalam kurun waktu 10 menit. Memang secara isi sepertinya tidak begitu berbobot. Akan tetapi hal ini dapat menjadi sebuah solusi sementara, semoga setelah ini cakmin dapat menjaga kualitas tulisan karena memiliki waktu yang cukup untuk menulis dan tidak kejar-kejaran dengan deadline yang mepet seperti biasanya.

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments