Malu Berkarya Minimal

Malu Berkarya Minimal

By. TPj

 


Assalamualaikum Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Mungkin yang baru membaca blog ini belum tahu jika cakmin (cak = sebutan lelaki yang lebih tua/kakak & min = admin) menulis artikel ini salah satunya karena program dari ODOP (One Day One Post). Sebuah program yang luar biasa keren, dikarenakan didirikan dan dijalankan oleh orang yang juga luar biasa keren.

Bagaimana tidak? Di sini kita akan digembleng selama dua bulan lebih untuk konsisten dalam menulis. Tak tanggung-tanggung, jika kita lengah sedikit saja dan tida kmengikuti aturan grup akan terdepak dan kehilangan kesempatan yang sangat besar untuk 1) Mendapatkan kepribadian menulis 2) Komunitas/lingkungan para penulis hebat 3) Ilmu dalam blogging dan menulis yang sangat bermanfaat. Padahal kesemua kesempatan tersebut cuma-cuma alias gratis.

Ada program kesukaan cakmin selain dari materi dari orang-orang hebat, yaitu. Program Blog Walking (menjelajah tulisan kawan sesama blogger), bedah tulisan (merespon dan atau menganalisa tulisan anggota yang dipilih), serta share link (list laporan link artikel yang telah dibuat dari masing-masing anggota).

Kesemua program tersebut memiliki satu kesamaan yaitu, memberi peluang untuk cakmin mendapat feed back (umpan balik) terhadap tulisan yang sudah cakmin buat. Bukan ingin dapat perhatian sih, tapi feedback kan sangat penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Tanpa feedback kita tidak akan tahu apakah tulisan kita sudah sesuai dengan standar atau tidak. Layaknya atlit hebat, mereka masih tetap butuh pelatih untuk dapat memperbaiki kekurangannya.

Namun, sayang-seribu sayang. Pada waktu program terakhir Blog Walking, tulisan cakmin masuk pada salah satu dari daftar pranala yang harus dikunjungi peserta ODOP lain. Cakmin sangat menyesal, dimana pada artikel tersebut cakmin tidak maksimal dalam menulis. Bahkan bisa jadi sebuah langkah untuk sekedar tidak terkena sanksi dan agar tetap dapat bertahan.

Ibarat seorang stand up komedian, yang senantiasa menunggu mendapatkan panggung untuk pentas. Namun ketika diberi waktu dan kesempatan, tidak dapat menampilkan yang terbaik. Dan mendapat citra yang buruk. Padahal pada lain kesempatan saat belum mendapat panggung tersebut, cakmin bisa menunjukkan karya yang bagus menurut standar cakmin.

Bagaimana bisa pantas untuk mendapat feedback dari peserta yang lain? Jika sang penulis sendiri menganggap tulisan tersebut adalah tulisan ala kadarnya, bukan hasil proses berfikir secara mendalam dan maksimal dalam pembuatannya. Malu, itulah yang didapatkan. Jangankan untuk bangga, memasukkan pada grup share link saja masih merasa tak pantas.

Oleh karenanya, cakmin berharap kedepan bisa lebih maksimal dalam membuat sebuah tulisan. Yang lebih matang dan proses pembuatannya lebih maksimal. Bukankah tujuanku disini tidak hanya sekedar punya kebiasaan menulis? Tapi lebih dari itu, tujuanku membuat tulisan yang memberi dampak positif bagi para pembaca, sobat mikir sekalian.

Malu jika berkarya minimal ini semoga tetap menjadi karakter dan ciri khas. Agar kedepan menjadi cambuk untuk melecut melahirkan karya-karya yang baik dan bermanfaat bagi seluruh alam.

 

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments