Review Film Geryhound - 2020

Review Film Geryhound - 2020

By. TPj

 

Assalamualaikum Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Kali ini, agak berbeda, dikarenakan cakmin harus realistis dalam mencapai target harian. Dimana kondisi fisik sudah sangat payah, dan waktu deadline sudah terlalu mepet. Oleh karenanya, pada review film kali ini cakmin hanya menyampaikan penilaian subjektif tanpa pendekatan teori tentang film Greyhound.


 

Sobat mikir, film Greyhound ini bergenre action bersetting Perang Dunia ke II loh, dimana tokoh utama Ernest Krause diperankan oleh Tom Hanks sebagai kapten dari Kapal perang Amerika tipe Ringan (karena sama-sama jadi kapten, cakmin langsung teringat pada film Captain Philips). Dimana dirinya menjadi kapten kapal sekaligus merangkap sebagai pemimpin misi perlindungan dari konvoi 37 kapal supply untuk dikirim ke Inggris. Dan hanya dibekali oleh 4 kapal perang ringan untuk melindungi konvoi tersebut termasuk kapal yang sedang dipimpinnya.

Menjadi masalah besar karena mereka harus melewati sebuah wilayah tanpa perlindungan udara dan area tersebut terkenal dengan julukan “Black Pit”. Disinilah ketegangan terjadi, dimana karena tanpa adanya perlindungan udara, iring-iringan mereka akan rentan diserang oleh pasukan Jerman dan kapal selamnya. Bisa dibayangkan, sekali kena tembak torpedo, lubang besar yang menganga di lambung kapal akan mampu menenggelamkan seluruh muatan dan beserta awak kapalnya.

Ketegangan yang Intens dari awal hingga akhir

Seperti tanpa memberi waktu untuk bernafas. Sang sutradara dari film yang rilis pada tahun 2020, Aaron Schneider sangat lihai untuk mempermainkan kita sebagai penonton film ini. Apalagi jika penontonya memang suka genre film Perang seperti cakmin. Kita akan dibuat senantiasa tegang dengan adrenalin yang terus dipompa dari awal hingga akhir film.

Bukannya menilai berlebihan, baru menit ke 8 film berjalan. Sutradara sudah menyuguhi aksinya dengan memberi musuh yang terlihat pertama. Kita sebagai penonton dibuat masuk kedalam film dengan efek screenplay yang benar-benar terasa riil ditambah dengan musik yang sangat sesuai dengan alur film yang disuguhkan. Kita juga dibuat masuk sebagai salah satu awak kapal perang yang dipimpin oleh om Tom. Banyak sekali proses untuk mengaplikasikan taktik, tak sedikit awak yang terlibat di dalamnya.

Semua peran sama Pentingnya.

Betapa pentingnya fungsi tiap awak, baik dari jabatan tertinggi hingga yang dianggap paling rendah. Kita ditunjukkan bahwa tiap komponen awak kapal yang ada di kapal perang tersebut, harus bekerja secara optimal. Karena jika salah satu awak saja yang tidak berfungsi dengan baik dan terlambat sekian detik. Akan mempengaruhi keputusan kapten untuk memberikan perintah dalam pelaksanaan taktik perang. Dan hal tersebut berimbas sangat krusial pada apakah mereka akan selamat atau mati karena mendapat serangan dari musuh.

Pilihan keputusan yang berat

Tidak hanya sekali, sang kapten harus tetap terjaga dan memberi keputusan yang sulit. Namun, pilihan tersebut harus dilakukan dengan mantap, karena apapun hasilnya tidak ada yang tahu mana yang lebih baik tapi harus tetap siaga untuk kemungkinan yang akan terjadi berikutnya. Dari sini kita sebagai kapten dalam kehidupan nyata bisa jadi mungkin akan membuat kesalahan. Tapi kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan meratapi kegagalan, karena kehidupan tidak akan pernah menunggu kita yang sedang bersedih.

Sebenarnya, masih banyak lagi hal-hal yang bisa di ulas dari film yang diangkat dari novel berjudul “The God Shepherd” oleh C.S. Forester ini, namun karena kurang maksimalnya cakmin hari ini semoga ulasan yang dibuat masih dapat bermanfaat bagi sobat mikir sekalian. Sekali lagi cakmin mohon maaf dengan sangat. Wassalam.

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

1 Comments