Review Film Nyumbang & Banyu : Potret Nyata tentang Kefakiran dan Kekufuran

Review Film Nyumbang & Banyu : Potret Nyata tentang Kefakiran dan Kekufuran

By. TPj

 


Halo Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Kali ini cakmin ingin melakukan review film, tentunya dengan gaya cakmin yaitu menganalisa dari ilmu pengetahuan terkait dan mengambil hikmah. Dan pilihan film yang ingin cakmin bedah adalah film karya putra bangsa, industri perfilman kita sebenarnya tidak kalah loh sama luar. Bedanya kalau di luar kualitas teknologi CGI sudah sangat maju, tetapi kalau urusan naskah & sinematografi sebenarnya sebelas-duabelas lah selisihnya.

Seperti beberapa waktu lalu, cakmin menganalisa dua buah film untuk dianalisa dengan pendekatan satu ilmu yang sama. Walaupun bukan benar-benar inisiatif cakmin kala itu (tugas tantangan komunitas ODOP) tapi cakmin dapat menemukan benang merah antara kedua buah film terebut menggunakan satu sudut pandang yang satu. Namun kali ini, cakmin merasakan benar adanya kesamaan antara kedua buah film tersebut dengan salah satu hadist yang sudah terkenal dan diriwayatkan oleh Abu Na’im :

كَادَ اْلفَقْرُ أَنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

Artinya: “Kefakiran (kemiskinan) itu dekat kepada kekufuran.”[1]

Meski ada beberapa pendapat mengenai kekuatan hadist ini bernilai lemah karena lemahnya beberapa perawi (yang meriwayatkan). Bahkan dianggap palsu[2]. Namun cakmin mendapati adanya kesamaan antara isi di hadis tersebut dengan kenyataan yang ada di film. Bahkan bisa jadi memang terjadi seperti itu adanya di dunia nyata.

Sinopsis Nyumbang

Gambar : thumbnail Nyumbang


Menceritakan tentang kehidupan susah petani miskin, sepasang suami istri pak Bejo dan Sutini. Dimana semakin menjadi lebih sulit dikarenakan panen sawah yang gagal dan Sutini yang menjajakan gorengan sepi pembeli. Keadaan diperparah dengan adanya banyak acara hajatan yang secara budaya (hukum tak tertulis) mengharuskan mereka untuk menyumbang dalam acara tersebut.

Tentu saja mereka sangat kesulitan, karena untuk makan saja sangat sulit bagaimana bisa memberi. Akhirnya pak Bejo memiliki ide untuk berpura-pura sakit agar dapat disumbang oleh tetangga sekitar agar dapat menyumbang hajatan tetangga.

 

Sinopsis Banyu

Gambar : thumbnail Banyu


Sri, seorang korban perkosaan yang akhirnya memiliki anak bernama Banyu yang kala itu berumur 9 tahun. Kenyataan pahit yang telah terjadi bertahun silam nyatanya tidak membuat kehidupan mereka menjadi lebih mudah, mereka berada dalam kemiskinan, hal ini diperparah dengan cemooh dari tetangga yang juga sama-sama sulit.

Pada awal film, sepertinya kehidupan mereka baik-baik saja selain masalah keuangan. Tetapi nyatanya walau ketika siang Sri sudah berusaha untuk berjualan minuman dan menyewakan tikar di tempat wisata pantai, berbeda ketika malam hari. Sri juga menjalankan profesi lain yaitu sebagai wanita tunasusila. Pernah salah satu pelanggannya bertanya “mbak, melakukan ini apa tidak takut dosa?” dengan enteng Sri menjawab : “Dosa? Aku lebih takut anakku tidak dapat makan, tidak dapat sekolah daripada dosa”.

Analisa

Kedua film diatas sama-sama menunjukkan betapa jelas bahwa kehidupan seorang yang miskin itu sunggulah berat. Bukannya bantuan atau minimal semangat, namun seringkali yang didapat adalah tambahan beban dan cemoohan dari lingkungan sekitar. Pada saat kondisi kritis inilah ujian akan datang. Apakah akan berusaha untuk tetap berusaha menjadi orang baik yang mengikuti norma dan aturan yang berlaku. Ataukah berusaha untuk melanggar norma dan aturan yang telah ada bahkan aturan Tuhan.

Nahas, kedua tokoh utama di film di atas memilih untuk mengambil jalur singkat untuk menjawab tekanan yang ada. Menurut cakmin, memang kesalahan tidak sepenuhnya menjadi andil mereka. Namun ketika ego memilih jalan yang keliru, bukankah hal tersebut sudah dicatat sebagai dosa? Belum lagi hukuman baik berbentuk pidana atau minimal sangsi sosial.

Tetangga memiliki andil

Memang benar, segala perbuatan pribadi akan dipertanggungjawabkan oleh pribadi yang melakukan kesalahan. Baik di dunia maupun di akhirat. Kalau berbicara seharusnya ya banyak sekali yang bisa dilakukan baik oleh Pak Bejo maupun Sri dalam menyiasati permasalahan pelik yang mereka hadapi. Entah apa karena kemampuan berpikir logis yang menurun akibat masalah yang bertubi atau bahkan lupanya mereka bahwa semua perbuatan akan dicatat dan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.

Akan tetapi jika kita melihat dua kasus di atas. Ketiadaan upaya tetangga dalam proses meringankan kehidupan kedua tokoh utama ini entah berbentuk finansial, solusi atau minimal memberi semangat sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil solusi sesat tersebut. Membuat cakmin berhipotesa, bisa jadi ada andil kesalahan dari tetangga yang lebih baik kondisinya tetapi tidak membantu tetangga di sekitar agar dapat pada kondisi yang lebih baik.

Hikmah

Dari kedua film diatas, cakmin melihat bahwa walau termasuk hadits lemah bakan palsu, relitas bahwa kefakiran dekat dengan kekufuran memanglah benar adanya. Sebagai orang yang dalam keadaan kesulitan, hendaknya tetap berusaha berfikir tenang dan logis, terutama tetap ingat bahwa kita manusia memiliki Illah semesta alam. Tempat untuk meminta dan tempat untuk kembali dan kita bertanggung-jawab atas segala amal perbuatan kita baik yang baik maupun buruk.

Kedua, sebagai tetangga seyogyanya berusaha untuk dapat berbagi ketika kondisi kita lebih baik daripada tetangga yang lain, minimal kita dapat memberi bantuan moril jika memang materiil tidak memungkinkan. Agar sedapat mungkin tidak ada yang melakukan tindakan yang di luar norma dan aturan yang berlaku.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari film diatas, jika ada salah kata cakmin mohon maaf sebesarnya. Jika ada yang ingin disampaikan sudilah sobat mikir menyampaikan di kolom komentar. Terima kasih banyak sebelumnya.



[1] https://islam.nu.or.id/post/read/81566/tiga-makna-hadits-kemiskinan-dekat-kepada-kekufuran

[2] https://almanhaj.or.id/4115-hadits-lemah-tentang-dekatnya-kemiskinan-dengan-kekafiran.html

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments