Bahaya Talking Tom untuk Anak

Review Gim My Talking Tom
By. TPj

Assalamualaikum Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin) 
Seklumit Tentang My Talking Tom
Siapa sih yang tahu Talking Tom? Aplikasi untuk HP pintar satu ini memang terlihat lucu dan menggemaskan. Bagaimana tidak? Dengan karakter utama kucing abu-abu yang lucu memang sangat sesuai dengan pangsa pasarnya untuk anak-anak. 
Dengan kesuksesannya dan mampu eksis selama lebih dari 10 tahun. Perusahaan pencipta My Talking Tom, Outfit7 Limited membuat berbagai aplikasi turunan sejenis dengan karakter yang berbeda antara lain My Talking Tom 2, My Talking Angela (kucing perempuan), Talking Ginger (kucing kuning), My Talking Hank (Anjing). 
Tak berhenti sampai situ saja, perusahaan yang bermodalkan Garasi dan uang $ 90 ini juga membuat aplikasi turunan untuk game berlari dan menghindari rintangan dengan karakter-karakter dari My Talking Tom. 
Konsep Gim Mengandung Kekerasan
Gim yang sampai sekarang mampu mendulang total 13 miliar unduhan sejak debut pertamanya di tahun 2010 ini memberi berbagai fitur antara lain. 
Menirukan suara dan menggantinya dengan pitch yang lebih tinggi. Selanjutnya kita juga dapat berinteraksi dengan sang karakter mulai dari mengelus-elus kucing, memberi makan, memegang ekor, memegang bagian-bagian lain yang ada di kucing tersebut dan si kucing akan memberikan respon yang berbeda-beda tiap stimulus yang kita berikan. 
Jika respon saat di elus-elus adalah mendengkur manja, ketika dipegang ekornya akan menolak. Berbeda saat kita menyentuh bagian kepala, kaki, badan. Respon dari karakter akan kesakitan seperti ketika ditendang maupun dipukul. 
Respon yang masuk golongan menyakiti hewan inilah yang menurut cakmin sangat  berbahaya, berbeda dengan remaja atau dewasa yang dapat memilah informasi yang didapat. Anak-anak cenderung bersifat merekam semua yang di-indranya. 
Merujuk pada American Psychological Association (APA) dalam laporan mereka berjudul Big World, Small Screen: The Role of Television in American Society  pada tahun 1992. Tontonan kekerasan akan membuat anak menjadi lebih agresif. 
Sebagai orang tua, pastinya tidak mau adanya gangguan perkembangan pada anak kita, entah gangguan secara fisik maupun psikologinya. Oleh karenanya, sebaiknya sebaiknya kita sebagai orang tua hendaknya lebih berhati-hati untuk memilah apa yang pantas dikonsumsi anak. 
Tak hanya berhenti di aplikasi My Talking Tom, namun berbagai jenis aplikasi lain juga harus kita cermat dengan seksama. Namun terlalu mengekang juga tak baik, hendaknya kita beri pengertian secara baik-baik apa yang membuat sesuatu dikatakan baik dan buruk dan aplikasi tertentu masuk dalam kategori tersebut. 
Penutup
Semoga kita mampu menjadi orang tua yang baik bagi anak kita, memberi asupan makanan bagi tubuh dan pikiran yang baik-baik. Semoga bermanfaat. 

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments