Karya Sastra Berupa Komik, Kenapa Tidak?

5 Alasan Kenapa Harus Baca Kemala

By. TPj

 

Assalamualaikum Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Bagi sobat yang sudah lama baca artikel cakmin pasti tahu ya kalau cakmin suka baca webtoon. Karena emang dasarnya cakmin kurang suka membaca dan membiasakan membaca dari komik karena asik ada gambarnya. Hehe

Eh, tapi webtoon sekarang tidak hanya fokus di gambar/visual saja loh sob, tetapi juga ada suara dan kadang bisa bergerak juga. Salah satu yang menurut cakmin keren adalah judul Kemala, komik bergenre horor ini jadwal updatenya tiap hari Jumat di web atau aplikasi Line Webtoon.

Cakmin ikutan bangga loh, banyak karya anak bangsa yang keren abis salah satunya Kemala ini. Secara line art dalam penggambaran terlihat sangat kelam (bingung menggambarkannya) mendukung genre horor yang memang menjadi identitasnya. Berikut ini cakmin rangkum 5 alasan kenapa sobat harus baca komik Kemala.

Cerita unik, dengan sudut pandang hantu

Walau bukan yang pertama, akan tetapi cerita yang mengangkat sudut pandang makhluk astral memang jarang ditemui. Oleh karenanya cerita ini menurut cakmin berbeda dengan komik yang lain, dan karena diferensiasi itulah membuat komik ini menjadi menarik karena dapat mengangkat sesuatu yang berbeda.

Konsepnya jelas, mengangkat sisi gelap manusia

Sudah menjadi lumrah pada budaya kita, dimana hantu diidentikkan dengan sosok yang menyeramkan. Menjadi sisi antagonis yang senantiasa berbuat jahat dan hampir tidak ada sisi positifnya.

Namun berbeda dengan Kemala, hantu di komik ini malah dijadikan korban oleh sisi gelap manusia-manusia yang tamak entah karena kekuasaan, harta, maupun lawan jenis. Di komik ini, hantu tersebut hanya ingin bertemu dengan orang yang membuat mereka penasaran. Namun ada yang celaka karena sengaja juga kebetulan semata.

Menggunakan bahasa sastra, namun masih dapat dicerna

Ini variabel penting lainnya yang menjadi ciri khas di komik ini. Menggunakan bahasa yang disusun sedemikian rupa hingga menampakkan keindahan sastra. Bukan menggunakan kata yang benar-benar jarang digunakan, namun susunan kata yang berbeda namun mudah dipahami oleh pembaca yang memang mayoritas bukan penggiat sastra.

Hal ini menjadi kekuatan di komik ini, sekaligus media perkenalan sastra Indonesia yang bagus tapi masih jarang yang mendalaminya. Oleh karenaya, mungkin author ingin karya ini sebagai pengantar untuk pembaca yang memang suka akan sastra agar dapat mendalami lebih lanjut.

Line art yang menarik, mempertegas kesan horor

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, line art yang mayoritas menggunakan warna hitam dan putih, ditambah adanya warna merah di beberapa gambar membuat kesan horor dari komik ini menguat.

Gimmic yang sering membuat jumpscare

Disarankan sobat mikir membaca di malam hari saat tenang dan menyalakan volume HP, menggunakna earphone lebih disarankan lagi. Karena komik ini selalu menggunakan back sound yang cukup membuat bulu kuduk berdiri.

Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa gambar yang disetting bisa bergerak alias format Gif. Oleh karenanya kadang pas gerak-gerak gitu bikin cakmin jumpscare karena kaget.

Penutup

Sebenarnya, masih banyak lagi yang bisa diangkat dari webtoon yang baru debut official 29 Oktober 2020 lalu ini, namun karena terbatasnya waktu yang cakmin punya hanya dapat mengangkat 5 nilai lebih dari webtoon ini.

Semoga webtoon karya anak negeri bisa mendunia mengingat tak sedikit yang memiliki cerita yang kuat dan banyak sisi positifnya. Semoga juga artikel ini dapat bermanfaat buat sobat mikir sekalian. Selamat berakhir pekan.

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

0 Comments