Salah Kaprah Kata Branding dan Promosi

Perbedaan Branding dan Promosi (Unsur Pemasaran)

By. TPj

Assalamualaikum Sobat Mikir sekalian, gimana kabarnya? Cakmin doakan sehat selalu sekeluarga (aamiin)

Ketika di grup beberapa kali membaca chat beberapa orang yang salah dalam menggunakan kata branding, cakmin awalnya bingung. Kok pakai kata itu sih? Kan beda makna? Semisal nih ya. Ketika cakmin memberi informasi tentang salah satu portal berita sedang bikin event lomba blogging, ternyata direspon “Pinter yak, personal brandingnya”. Nah kan, emang si portal berita membranding diri apa? Si penggiat blog? Kalau semua nulis blog makin banyak saingan informasi dong?

Pada saat yang lain, ketika cakmin membantu untuk memberi informasi bahwa si Fulan sudah meluncurkan buku terbaru, ternata direspon “terima kasih sudah dibantu branding”. Mungkin bagi yang belum paham akan merasa fine-fine saja. Akan tetapi bagi yang pernah belajar tentang ilmu pemasaran, akan merasa “kok pakai kata itu sih? Kan ga tepat banget” seperti apa yang dirasa cakmin kemarin.

Oke, biar ga lama kita langsung masuk ke Pemasaran sub bab unsur-unsur strategi pemasaran. Sehingga kita dapat mengetahui tidak hanya sekedar definisi, tapi harapannya sobat mikir tahu kedudukan masing-masing unsur yang ada dalam pemasaran baik itu Branding dan Promosi.

Pemasaran

Secara umum, kegiatan pemasaran adalah tentang bagaimana sebuah produk dapat diterima dan dikonsumsi pasar dengan timbal balik yang sesuai. Untuk mencapai hal tersebut, kegiatan pemasaran tidak hanya sekedar menjual akan tetapi melewati tahap-tahap berikut (unsur strategi pemasaran):

1.       Memilih dan Menentukan Pasar

2.       Merencanakan Produk

3.       Manajemen Harga

4.       Distribusi Produk

5.       Komunikasi dan Promosi

Sekedar info awal, posisi branding adalah di dalam kegiatan merencanakan produk. Karena fokus branding adalah tentang bagaimana produk kita dilihat dan dinilai oleh pasar. Harapannya nantinya akan dapat menjadi nilai lebih di mata pasar sekaligus unggul dari pesaing.

Memilih dan Menentukan Pasar

Pasar adalah yang potensial untuk membeli produk kita, tidak semua makhluk merupakan pasar kita. Karena bisa jadi mereka tidak ingin dan atau butuh dengan produk kita. Oleh karena itu, sebagai seorang pemasar idealnya kita menentukan pasar mana yang akan difokusi untuk produk yang akan kita ciptakan.

Merencanakan Produk

Bukan berarti kita tidak memiliki produk sama sekali sebelumnya. Akan tetapi dalam kacamata dunia pemasaran katakanlah kita memiliki produk pisang goreng, ketika direncanakan dengan baik ada pisang goreng yang berharga 500 rupiah, namun ada pula yang hingga puluhan sampai ratusan ribu per porsinya.

Hal ini menunjukkan bahwa walaupun sama-sama pisang goreng, ketika seorang pemasar merencanakan dan menciptakan produk akan menjadi produk yang benar-benar baru dan bisa jadi berbeda dengan produk lainnya.

Jika diperdalam, maka produk ada yang terlihat dan ada yang bersifat nilai dasar (tak terlihat), unsur produk yang terlihat meliputi variasi, kualitas, nama/merk, warna, slogan, simbol, kemasan, desain, fitur, layanan. Hal-hal tersebut dapat di-indra secara langsung terhadap produk yang dinikmati

Akan tetapi ada pula unsur produk yang tidak terlihat seperti branding produk, dimana seperti diinformasikan sebelumnya. Branding merupakan implementasi strategi pemasaran untuk memenangkan pasar yang telah kita pilih sebelumnya. Umumnya, keseluruhan unsur produk yang nampak adalah turunan dari branding yang dipilih.

Contoh yang mudah dilihat adalah motor Honda yang ingin di branding motor hemat, maka diturunkan pada semua yang terlihat. Hingga mayoritas pasar yang ingin punya motor hemat bahan bakar ya pilih Honda. Contoh lainnya adalah ada Mie yang ingin ter-branding nusantara dan Korea hingga perubahan strategi yang digunakan dalam branding.

Manajemen Harga

Dalam prosesnya, pemilik produk akan menentukan berapa harga ketika sampai di end user. Semakin banyak rantai distribusi (distributor, reseller besar, reseller kecil, retail, dls),harga pokok produksi (HPP) hingga target keuntungan. Maka pemasar harus menentukan berapa nilai dari harga jual di masing-masing tingkat rantai distribusi produk.

Umumnya, semakin pendek rantai yang digunakan, maka semakin mudah dan murah dalam menentukan harga.

Distribusi Produk

Di tahap ini pemasar harus menentukan strategi pendistribusian produk yang dikelolanya, diharapkan proses yang digunakan se-efektif dan se-efisien mungkin. Karena akan mempertimbangkan kesemua stakeholder mulai dari Produsen, Agen atau reseller hingga Konsumen (end user)

Komunikasi dan Promosi

Ketika semua proses di atas sudah siap, maka baru yang terakhir dan paling penting adalah mengkomunikasikan bahwa produk yang kita miliki penting untuk dikonsumsi pasar. Sehingga pasar ada keinginan dan atau kebutuhan untuk membeli dan mengkonsumsi produk yang kita miliki.

Dalam proses komunikasi, kadang dibutuhkan atensi/perhatian konsumen. Kegiatan menarik atensi inilah yang lazim disebut dengan kegiatan Promosi, entah dengan menyewa jasa periklanan. Maupun menggunakan hadiah/merchendise untuk pasar mau sekedar mencoba produk kita.

Kesimpulan

Dari sini, terlihat kan sob bagaimana definisi dan kedudukan Branding dan Promosi? Semoga sobat mikir sama-sama paham mengapa cakmin sangat merasa gimana gitu, ketika ada yang menggunakan kata Branding yang tidak tepat yang digunakan untuk menggantikan kata yang seharusnya yaitu Promosi.

Gimana menurut kamu artikelnya sob? Komen di bawah ya!
Kalau menurutmu bermanfaat. Silahkan Bagikan dengan klik salah satu logo di bawah ya!

Post a Comment

8 Comments

  1. Jadi branding dipake kalo produknya belum launching ya. Kalo produknya udah kelihatan, pake promosi ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan kakak, Branding itu "identitas produk" yang ditangkap oleh konsumen.

      Kita sebagai produsen, hanya menggiring cara berpikir mereka.

      Delete
  2. Branding = produk ingin terlihat sebagai apa
    Promosi = cara memasarkan produk..
    Simpelnya gini, kan, Kak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aah setuju sama ini.

      Tadi barusan nyari definition of branding, dan nemu ini:

      "the promotion of a particular product or company by means of advertising and distinctive design."

      Kalau dari definisi itu berarti branding adalah bagian dari promosi :)

      Jadi misal aku membranding diriku sebagai blogger, maka aku harus rajin mempromosikan link blog dan link2 artikel blogku.. gitu ya?

      Begitu juga kalau seorang membranding dirinya penulis, pastinya dia harus rajin promo (share) tentang buku & karya2nya..

      Delete
    2. Makasih sudah disederhanakan sob.

      Mbak @marita, bener gitu mbak.

      Delete
  3. baru ngerti perbedaan branding dan promosi

    ReplyDelete
  4. Wah ia bener, sering kebalik. Makasi yah

    ReplyDelete